Welcome

We are a church community in the heart of the St Helens for anyone who wants to investigate the claims of Jesus or who wants to know and serve him better. Whether you are working, studying or living in St Helens we look forward to welcoming you in person to St Helens Baptist Church.

Latest News and Updates

PENOLAKAN SEBUTAN ANAK ALLAH

Friday, June 12th, 2009

PENOLAKAN SEBUTAN ANAK ALLAH

Semua orang Islam tidak akan mau menerima dan mengaku kalau Yesus (Isa) itu disebut Anak Allah, karena berdasarkan Al Qur’an:

“Lam yalid wa lam yuu lad”
“Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan”.
“Wa annahuu ta’aalaa jaddu rabbinaa mattakhadza shokhibataw walaa walada”.
“Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Tuhan tidak beristri dan tidak beranak”. Qs. 112:3 dan Qs. 72:3

Dengan berpegang pada dua nats ayat di atas itulah orang Islam menolak bahwa Yesus (Isa) disebut Anak Allah.

Orang Islam beranggapan bahwa Allah mempunyai anak secara biologis atau secara fisik. Coba cermati dan teliti kembali Qs. 72:3 itu. Sehingga kalau Allah itu punya Anak yang Alkitabiah di seluruh dunia tidak beranggapan dan berkeyakinan seperti itu. Kalau orang Kristen mengatakan Yesus disebut Anak Allah itu adalah kata majasi atau kata analogis (kiasan, perumpamaan) yang bersifat rohani sebab wujud hakekat Tuhan itu Roh atau ghaib. Yohanes 4:24; 2 Korintus 3:17 “Bahwa Tuhan itu adalah roh”.

Kalau orang Islam beranggapan bahwa Tuhan orang Kristen itu wujud hakekatnya manusia terus kawin dengan manusia lantas punya anak yang bernama Yesus. Saya malah tidak bisa membayangkan kalau Allah itu kawin dengan manusia bagaimana caranya? Waduuh… itu namanya sesat alias menghujat… Jadi jelasnya Yesus disebut Anak Allah itu menyatakan pra keberadaan-Nya pada hakekatnya atau wujud esensi-Nya adalah ghaib atau tidak nampak oleh mata kepala siapapun, baca dengan teks dan lafad Arabnya Qs. 3:45, Qs. 4:171 dan HSB 1496 di situ tersirat pernyataan: Isa itu ada utusan Allah, Kalam Allah dan Roh Allah.

Jadi Yesus disebut Anak Allah itu yang pada hakekat-Nya adalah Firman Tuhan yang ghaib (tidak nampak) karena melekat sehakekat dalam dzat diri Ilahi keluar menjadi wujud manusia itulah Anak Tuhan yang tunggal atau Firman yang hidup atau dengan kata lain Firman yang menjadi kehidupan manusia yang berwujud manusia bernama Yesus Kristus atau Isa Almasih atau juga disebut Yeshua Hamashiah. Yohanes 1:14 “Firman itu telah menjadi manusia”. Orang Islam juga mempunyai keyakinan bahwa Firman Allah yang berwujud tulisan itu disebut Al Qur’an dengan kata lain bahwa Al Qur’an itu adalah Kalam Allah.

Demikian juga Isa Qs. 3:45; Qs. 4:171 dan HSB 1496 serta Hadits Anas Bin Malik hal. 72 yang berbunyi:

“Isa faa innahu Rohulullah wa kalimatuhu”
Artinya: “Isa itu sesungguhnya Roh Allah dan Kalam Allah”.

Jadi jelas istilah kata Anak Allah bagi Yesus bukan karena Allah itu beristri, terus istri Allah itu melahirkan anak yang bernama Yesus. Yesus adalah Firman Allah yang menjadi manusia, yang melakukan karya penebusan dan penyelamatan manusia. Dengan demikian setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamatnya sudah bebas dari ancaman hukuman api neraka jahanam, karena Yesus sudah mati di kayu salib untuk menebus seluruh umat manusia yang berdosa. Itulah yang disebut Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang kepada setiap insan.

“Karena begitu besar kasih Bapa akan dunia ini, sehingga Ia t


PENOLAKAN KITABNYA ORANG KRISTEN SEKARANG

Friday, June 12th, 2009

PENOLAKAN KITABNYA ORANG KRISTEN SEKARANG

Orang Islam beranggapan bahwa kitab sucinya orang Kristen yang dipegang sekarang ini sudah tidak suci atau asli lagi. Karena berpedoman pada pernyataan ayat-ayat Al qur’an diantaranya:

“Alladziina yattabi ‘uunar rasuulan nabiyyat umiyyal ladzii yajiduunahuu maktuuban ‘indahum fit taurooti wal injiili ya’ muruhum…”, artinya: “Orang-orang yang mengikut rasul, nabi yang umi yang namanya mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka”
(Qs. 7:157)

Dan juga diperkuat pernyataan ayat berikut ini:

“wa idz qoola ‘iisabnu maryama yaa banii israa iila innii rosuulullahi ilaikum mashadiqol limaa baina yadayya minat tauroti wa muba sysyiron bi rosuuiln ya ‘ti min ba ‘diismuhuu ahmad…” artinya: “Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: ‘Hai bani Israel, sesungguhnya Aku adalah utusan Allah kepadamu memberikan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahKu, yang namanya Akhmad (Muhammad)…” (Qs Ash. Shaff 61.6)

Dengan dasar pedoman Al Qur’an pada 2 nats ayat di atas, orang-orang Islam berkeyakinan bahwa Muhammad itu sudah tertulis nubuatannya di dalam kitab Taurat dan Injil, tapi bukan kitab Taurat dan Injil yang dipegang orang Kristen sekarang, yang mana keadaannya sudah tidak suci atau asli lagi.

Sehubungan dengan tidak terdapatnya sebuah nama Ahmad atau Muhammad di dalam Kitab Perjanjian Lama dan Baru, maka Allah berfirman kepada Muhammad, menyatakan bahwa: “Ada orang yang mengaku rasul, nabi yang umi namanya sudah tertulis di dalam Taurat dan Injil. Dan Allah juga menyatakan bahwa “Isa berkata kepada bani Israel, akan adanya seorang Rasul sesudah-Nya yang bernama Ahmad.” Memang tidak pernah ada tertulis di dalam Alkitab Taurat dan Injil seorang Rasul atau nabi yang bernama Ahmad maupun Muhammad. Penulis Alkitab Perjanjian lama dan Perjanjian Baru adalah orang-orang yang beriman, tidak segampang itu mengatakan dengan sembarangan; yaitu mengatakan “telah mengubah atau menyembunyikan”.

Menurut keyakinan orang Islam bahwa Kitab Taurat diberikan dan dipercayakan kepada Nabi Musa As. Kitab Zabur (Mazmur) diberikan dan dipercayakan kepada Nabi Daud As. Kitab Injil diberikan dan dipercayakan kepada Nabi Isa As. Kalau ketiga kitab itu sudah diberikan dan dipercayakan kepada para Nabi dan Rasul yang diutus-Nya, tetapi ternyata mereka tidak bisa menjaga keabsahan dan keasl


PENOLAKAN KEMATIAN ISA ALMASIH

Friday, June 12th, 2009

*Umumnya orang Islam menyangkal bahwa Yesus (Isa) tidak dibunuh dan tidak disalib, yang didasarkan pernyataan Qur’an:
“Wa qoulihim innaa qotalnaal masiikha usabna maryama rosuu lallahi wamaa qotaluhuu wa maa sholabuuhu walaakin syubbiha lahum, wa innalladzii nakhtala fuu fiihi syakin minhu maa lahum bihu min ilmin illathtiba adhdhonni, wa maa qotaluuhu yaqiinaa”
“Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah. Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan Isa benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti prasangka belaka mereka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa” (Qs. An Nissa 4:157)

Kesimpulan nats ayat itu adalah menyatakan bahwa Isa tidak dibunuh dan disalibkan melainkan orang lain yang diserupakan dengan Isa. Sehingga umumnya orang Islam mengatakan bahwa Isa tidak mati disalib, yang mati itu bukan Isa melainkan orang lain yang diserupakan Isa. Namun demikian ada sebagian orang Islam yang mengaku bahwa Isa benar disalib, tetapi tidak mati di atas salib yaitu Islam aliran Ahmaddiyah.

Marilah kita sekarang kaji dan hayati kembali ayat-ayat itu dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Pertama, harus saudara sadari benar-benar bahwa kedua kitab saling bertentangan didalam memberi keterangan. Suatu kasus kejadian kematian seseorang yang bernama Yesus (Isa), Alkitab mengatakan bahwa Yesus benar-benar mati yang disertai dengan bukti dan saksi.

“Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang kerajaan Tuhan.”
Kisah Rasul 1:3

“Seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan firman”
Lukas 1:2

Sedangkan Al Qur’an yang turun belakangan memberikan laporan yang berbeda bahwa sebenarnya Isa tidak mati, yang mati orang lain dan Isa langsung diangkat Allah SWT (Qs. 4:158). Pertanyaannya mana yang lebih benar di antara pernyataan kedua kitab itu yang memberi laporang kejadian saling bertentangan? Mungkinkah kedua kitab itu bersumber dari Tuhan yang sama, tapi isi alur ceritanya sering terjadi perbedaan? Masa ada Tuhan yang pikun alias pelupa selalu memberi cerita yang berbeda dalam satu kejadian, kemarin ngomong ‘ya’, sekarang ngomong ‘tidak’. Kalau Tuhan seperti itu, bisa jadi kacau dan rusak tatanan ciptaan-Nya ini!?

Marilah sekarang mengkaji dan meneliti ayat-ayat Al Qur’an itu sendiri. Coba saudara buka Qs. Maryam 19:33 :
“Wassalaamu ‘alayya yauma wulidttu wayauma amuutu wayauma ub’atsu khayyaa.”
“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.
Qs. 19:33

Kesimpulan kronologis ayat diatas, pertama dilahirkan (hidup); kedua meninggal (mati); ketiga bangkit (keluar dari kubur) dan keempat hidup kembali. Realita kenyataan artinya yang hidup kembali setelah mengalami kematian itu bukan setan, bukan siluman dan bukan tipuan melainkan benar-benar Yesus (Isa). Jadi yang jelas urutannya: Lahir - Meninggal - Bangkit - Hidup kembali, awas!!! Jangan dibolak-balik urutannya, kalau saudara bolak-balik, itu namanya tidak sopan!

Sekarang kita buka lagi Qs. Ali Imran 3:55. Kita ambil pointnya saja: “… Hai Isa sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaku,…”. Kesimpulannya Allah akan menyampaikan ajal (kematian) Isa dan Allah akan mengangkat Isa kepada-Nya. Jadi disini juga sangat jelas urutan-urutannya: Mati - Diangkat, dengan kata lain mati dulu baru diangkat. Awas!!! Jangan dibolak-balik, nanti kuwalat! Coba sekarang hubungkan kembali dengan Qs 4:157-158.

Disana jelas Isa dikatakan tidak mati melainkan langsung diangkat. Inilah anggapan umum orang Islam bahwa Isa itu tidak mati melainkan diangkat Allah, Isa akan mati setelah mendekati hari kiamat nanti. Pernyataan itu tertulis dalam Al Qur’an atau tidak, kalau tidak awas…! Jangan mengada-ada, nanti kena hukum bid’ah. Kembali kita melihat pernyataan ayat-ayat Al Qur’an tadi:

1. Allah menyampaikan bahwa Isa akan mati lantas diangkat (Qs. 3:55)
2. Al Qur’an menyatakan Isa itu lahir - meninggal - bangkit - dan hidup kembali (Qs. 19:33)
3. Al Qur’an mengatakan Isa tidak mati, tetapi diangkat Allah (Qs. 4:157-158)

Coba sekarang renungkan dengan nalar yang wajar di sisi lain Allah mengatakan mati baru diangkat tapi di sisi lain mengatakan tidak mati tapi diangkat. Mana yang benar diantara kedua salah satu pernyataan itu? Yang benar mati atau tidak mati, pilih salah satu! Al Qur’an itu kan turun belakangan kenapa laporannya bertentangan? Siapakah saksi hidup Al Qur’an pada saat kejadian peristiwa itu?

Al Qur’an mengatakan yang dibunuh, disalib mati itu bukan Isa melainkan orang lain yang diserupakan Allah. Pertanyaannya, siapakah nama orang yang dibunuh dan disalib itu? Apakah kesalahan orang itu sehingga dijadikan tumbal (pengganti) kematian Isa di kayu salib? Bukankah itu namanya Allah tidak adil, orang yang tidak salah apa-apa malah dibunuh, disalib? Mengapa Allah pakai segala macam tipu-tipuan, kalau yang mati itu bukan sesungguhnya Isa melainkan orang lain? Apakah Allah ini takut dengan orang sehingga tidak berani terang-terangan? Allah melarang orang untuk tidak ragu-ragu dan bimbang, tapi secara langsung Allah malah membuat keraguan dan kebimbangan, karena yang mati sebenarnya disalib itu tidak dijelaskan namanya, berasal dari keluarga siapa dan dari daerah mana?

Al Qur’an mengatakan bahwa mereka semua tidak mempunyai keyakinan bahwa orang yang mereka bunuh itu Isa, darimana laporan Al Qur’an itu diperoleh? Sebab semuanya telah meyakini dengan pasti bahwa yang dibunuh itu memang benar Yesus (Isa). Siapa sebenarnya yang dikatakan Al Qur’an ragu-ragu dan tidak yakin itu? Padahal yang bersangkutan yaitu Yesus sendiri menunjukkan bukti secara langsung bahwa dirinya memang mati dan diri-Nya hidup kembali.

“Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri ditengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”
Yohanes 20:24-27

“Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.”
Wahyu 1:17-18

Aneh sekali kalau pihak orang lain menceritakan kejadian yang lain. Coba renungkan dengan pikiran yang terang. Setelah bangkit yang bersangkutan sendiri mengakui bahwa diri-Nya memang mati, keluarga-Nya yaitu orang tua-Nya (Maria) melihat dengan mata kepalanya sendiri secara jelas yang mati disalib itu adalah Anaknya sendiri. Saudara-saudara-Nya juga mengakui, sahabat-sahabat-Nya juga mengetahui serta lawan-lawan-Nya juga mengatakan kematian tanpa ada keragu-raguan sedikitpun. Jelasnya tidak ada yang salah paham dan ragu-ragu dalam peristiwa penyaliban dan pembunuhan Yesus itu baik dari pihak kawan maupun pihak lawan, kecuali Al Qur’an. Sebab Al Qur’an yang muncul ratusan tahun kemudian menceritakan yang berlainan. Siapakah yang sebenarnya bercerita dibalik ayat Al Qur’an itu, sehingga timbul simpang-siur dan banyak kekeliruan.

Contoh kasus kejadian sebenarnya:
Para pahlawan revolusi RI telah dibunuh dengan kejam dan sadis oleh para penghianat dan dikubur bersama-sama di dalam satu lubang di sumur tua yang dikenal dengan nama Lubang Buaya. Istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya, sahabat-sahabatnya dan tetangga-tetangga sangat amat tersayat-sayat hati dan perasaannya melihat persis peristiwa kejadian itu berlangsung, tapi tiba-tiba sekarang ada orang Amerika bernama Bush yang tidak tahu menahu tentang peristiwa kejadian itu berkoar-koar dengan cerita yang berbeda dan sangat berlainan. Bagaimana perasaan mereka semua yang telah mengalami dan melihat sendiri peristiwa itu terjadi, tapi diceritakan orang lain yang berlainan? Dari ilustrasi ini saja pasti saudara sudah bisa menangkap gambarannya dengan jelas. Jadi kesimpulan Qs. 4:157 itu tidak jelas bahkan bertentangan dengan Qs. 3:55 dan Qs. 19:33. Dan orang Islam sendiripun juga saling bertentangan didalam menyikapi Qs. 4:157 itu. Seperti Islam aliran Ahmadiyah mengakui bahwa Isa itu disalib, tapi umumnya Islam yang lain menolak. Dengan demikian Islam sendiri saling bertentangan, tidak ada kefahaman, malah berbantahan. Hal ini memang sudah dinubuatkan Tuhan sendiri melalui hamba-Nya yang setia dan taat yaitu Simeon.

“Sesungguhnya Anak ini (Yesus) ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda-tanda yang menimbulkan perbantahan.”
Lukas 2:34

Puji Tuhan, tergenapi melalui golongan lain.


KESELAMATAN / MASUK SURGA

Friday, June 12th, 2009

DAN KAMU AKAN MENGETAHUI KEBENARAN,
DAN KEBENARAN ITU AKAN MEMERDEKAKAN KAMU
Yohanes 8:32

SEGALA KEMULIAAN BAGI TUHAN YESUS

KESELAMATAN / MASUK SURGA

Kekristenan pada hakekatnya bukan hanya masalah agama saja melainkan persoalan iman dan keselamatan atau masuk Surga. Dan masuk surga itu bukan berdasarkan kesolehan ibadah serta perbuatan amal seseorang, tapi berdasarkan kasih karunia, pemberian, kemurahan atau rahmat dari Tuhan.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Tuhan, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Efesus 2:8-9

Ayat itu menjelaskan dengan tegas bahwa keselamatan atau masuk Surga itu bukan hasil usaha kesolehan ibadah seseorang melainkan kasih karunia kemurahan Tuhan.

” ‘Anjaabir qaala sami’tun nabiyya sholallahu ‘alaihi wa sallam yaquulu: laa yud khilu akhadan minkum ‘amluhul jannah, wa laa yujiiruhu minannaar. Wa laa anaa. illa birakh matin minallah”
” Dari Jabir r.a katanya dia mendengar Nabi Saw. bersabda: “Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. belaka” HSM 2414

Pernyataan Hadits Shakheh Muslim ini sangat jelas dan tegas bahwa masuk Surga atau selamat dari api neraka itu bukan amal seseorang yang menentukan melainkan dengan rahmat dari Allah.

Silahkan saudara baca sendiri Qs. 44:10-42 dan Qs. 6:51, di sana dikatakan dengan tegas dan jelas juga, kesimpulannya demikian: Pada hari kiamat (pengadilan, penghakiman atau penghukuman) tidak ada kerabat yang bisa memberi syafaat, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah.

Jadi sangat jelas sekali baik Alkitab, Al Qur’an maupun Hadits menyatakan bahwa masuk Surga atau selamat dari api neraka bukan usaha atau amal seseorang melainkan kasih karunia atau rahmat dari Tuhan. Bagaimana cara Tuhan memberikan kasih karunia keselamatan kepada seseorang; melalui iman, tapi iman yang bagaimana? Sebab semua orang beragama pasti mengakui bahwa dirinya orang yang beriman. Iman yang menyelamatkan adalah percaya, mengenal dan mengandalkan Yesus Kristus saja yang adalah Tuhan dan Juruselamat. Baca ayat-ayat di bawah ini:

1. Yohanes 3:18,
“Barangsiapa percaya kepada-Nya (Yesus Kristus), ia tidak akan dihukum, barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman…”

Ayat itu jelasnya mengatakan: Barangsiapa percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tidak dihukum, tetapi barangsiapa tidak percaya Tuhan Yesus Kristus diancam hukuman.

2. Markus 16:16,
“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”.

Ayat ini dengan jelas mengatakan siapa percaya dan dibaptis diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya dihukum. Silahkan pilih, monggo kerso… percaya diselamatkan, tidak percaya dihukum.

3. Yohanes 17:3
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Tuhan yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

Kisah Rasul 4:12,
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan”.

Kalau saudara renungkan dan perhatikan baik-baik bahwa Yesus Kristus itu bukan mengajar dan menunjukkan jalan keselamatan saja tetapi diri-Nya itulah Esensi atau hakekat, perwujudan keselamatan itu, makanya Tuhan Yesus Kristus tidak pernah mengajarkan doa keselamatan atau minta doa shalawat supaya Dia selamat, tetapi Dia sendiri itulah pribadi yang menyelamatkan.

4. Yohanes 14:6,
“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Pencipta alam semesta), kalau tidak melalui Aku (Yesus)”.

Jadi ayat ini juga tegas dan jelas bahwa Tuhan Yesus Kristus bukan hanya sekedar mengajar tentang jalan, tentang kebenaran dan tentang kehidupan seperti guru-guru agama yang mengajar muridnya. Tetapi Tuhan Yesus Kristus memperkenalkan, menunjukkan dan menyatakan bahwa diri-Nya itulah Esensi, hakekat, wujud jalan, wujud kebenaran, wujud hidup. Maka barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus diberi jalan, dinyatakan benar dan dapat hidup, hidup disini artinya hidup dihadapan hadirat Sang Pencipta, Penguasa segala alam. Sebab lawan kata hidup adalah maut, binasa, neraka atau hukuman.

5. Yohanes 8:24,
“Karena itu Aku tadi berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu, sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu”.

Singkatnya ayat ini menegaskan kalau ada orang yang tidak mau percaya bahwa Dia (Yesus) adalah Sang Penyelamat yang datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia, orang itu akan mati. Artinya tidak diijinkan berada dihadapan Tuhan melainkan dimasukkan ke neraka jahanam. Jadi dosa yang amat sangat berat adalah menyangkal, menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya serta seluruh umat. Pada hakekatnya masuk Surga atau selamat dari api neraka itu amat sangat mudah, tinggal percaya menerima anugrah kasih karunia keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus.

Dengan satu kesimpulan, bahwa orang masuk Surga atau selamat dari hukuman api neraka itu bukan karena orang itu sudah beragama dan taat menjalankan syariat. Tetapi berdasarkan kasih karunia Tuhan serta sikap dan tanggapan seseorang itu terhadap Sang Penyelamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus, mau mengimani bahwa Yesus Kristus itu adalah Tuhan dan Juru selamatnya atau tidak (Matius 28:18, Yohanes 3:18, Yohanes 8:24). Sekali lagi agama hanya sebagai perangkat bukan penyelamat.

Dalam hal ini saya secara pribadi sama sekali tidak bertujuan dan tidak bermaksud untuk membenci atau mengadu domba antar umat beragama. Justru saya sangat menghormati antar umat beragama untuk saling mengasihi satu diantara yang lain, agar dapat berkat selamat dari Sang Juru Selamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus atau Yeshua Hamashiah atau juga disebut dengan panggilan nama Isa Al Masih. Supaya nanti di akhirat tidak dihukum dengan siksaan lautan api neraka yang membara selama-lamanya. Itulah hukuman yang amat sangat menakutkan, mengerikan, menegangkan dan mendebarkan bagi setiap orang, karena hukuman itu bersifat langgeng, abadi, kekal selama-lamanya tidak ada ujung pangkal waktunya.

“Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang disebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tapi orang benar ke dalam hidup yang kekal. (Matius 25:41,46)

Hukuman di sana nanti bukan seperti penjara di Nusa Kambangan yang masih dapat makan dan minum dengan kenyang dan tidur dengan tenang serta masih ada harapan untuk dibebaskan. Tetapi lain ceritanya dengan orang yang dimasukkan ke penjara neraka, di sana bersifat kekal selama-lamanya, tidak ada istilah dibebaskan. Disitulah tempat hukuman bagi orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat umat manusia.

Maka dari itu cepatlah bertobat sebelum terlambat selagi pintu pertobatan masih dibuka dengan lebar bagi orang yang masih hidup di dunia ini. Oleh sebab itu mulai saat ini imanilah dan percayailah bahwa Yesus Kristus, Isa Almasih atau Yeshuah Hamashiah itu adalah Tuhan dan Juru Selamat saudara secara pribadi, serta Tuhan dan Juru Selamat seluruh umat manusia. Maka saudara dijamin secara pasti masuk Surga alias selamat dari ancaman hukuman siksaan api neraka.

“Akan tetapi Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Tuhan. Jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Bapa oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!”
(Roma 5:8-10)

Sekali lagi, segera direnungkan, dipertimbangkan dan diputuskan, sebab masalah keselamatan kalau sampai ditunda-tunda hingga ajal tiba, akibatnya akan fatal dan gagal total sampai kekal, sesal dan kesal tiada gunanya karena sudah tidak ada harapan untuk dibebaskan.

Selagi nafas kehidupan masih dikandung badan janganlah dibiarkan terus pikiran itu dihantui perasaan bimbang yang merupakan alat setan, dipergunakan untuk menyesatkan banyak orang masuk ke liang penyiksaan penjara neraka jahanam. Sepanjang kesempatan Tuhan masih memberikan, marilah datang menerima anugerah janji Firman Tuhan yang sudah disampaikan dan diabadikan dalam sebuah tulisan yang disebut Kitab Suci.

” Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku.”
Yeremia 29:12-14

“Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Yohanes 10:10

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Matius 11:28

Akhir kata, sampai di sini saja, apabila di dalam tulisan saya terdapat kata-kata yang salah dan menyinggung perasaan tidak menyenangkan atau menyakitkan hati nurani para pembaca, dengan sejujurnya saya Admin. mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tetapi kalau semuanya ini menjadi berkat, mengucap syukurlah kepada Tuhan Yesus Kristus yang menjadi Juru Selamat dan sumber berkat. Dan salurkan berkat itu kepada orang lain agar tidak tersumbat, tersendat dan terlambat sampai ke alamat jiwa yang amat sangat menantikan kehadiran Sang Juru Selamat.

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu,
bahwa Yesus adalah Tuhan,
dan percaya dalam hatimu,
bahwa Bapa telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,
maka kamu akan diselamatkan.
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan,
dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Roma 10:9-10

AMIN
ku. Inilah jalan yang lurus” Az Zukhruf 43:61
Kamis, Agustus 07, 2008
XVI. KESAKSIAN-KESAKSIAN / KEBENARAN DISINGKAPKAN

1. Kesaksian Khalil
Bagian 1

Bagian 2

Bagian 3

2. Kesaksian Bapa Zakaria Boutros

3. Kesaksian Afshin
Bagian 1

Bagian 2

DAN KAMU AKAN MENGETAHUI KEBENARAN,
DAN KEBENARAN ITU AKAN MEMERDEKAKAN KAMU
Yohanes 8:32

SEGALA KEMULIAAN BAGI TUHAN YESUS

Diposkan oleh Anthony di 15:29 | 0 komentar Link ke posting ini

Posting Lama
XV. KESELAMATAN / MASUK SURGA

Kekristenan pada hakekatnya bukan hanya masalah agama saja melainkan persoalan iman dan keselamatan atau masuk Surga. Dan masuk surga itu bukan berdasarkan kesolehan ibadah serta perbuatan amal seseorang, tapi berdasarkan kasih karunia, pemberian, kemurahan atau rahmat dari Tuhan.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Tuhan, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Efesus 2:8-9

Ayat itu menjelaskan dengan tegas bahwa keselamatan atau masuk Surga itu bukan hasil usaha kesolehan ibadah seseorang melainkan kasih karunia kemurahan Tuhan.

” ‘Anjaabir qaala sami’tun nabiyya sholallahu ‘alaihi wa sallam yaquulu: laa yud khilu akhadan minkum ‘amluhul jannah, wa laa yujiiruhu minannaar. Wa laa anaa. illa birakh matin minallah”
” Dari Jabir r.a katanya dia mendengar Nabi Saw. bersabda: “Bukan amal seseorang yang memasukkannya ke Surga atau melepaskannya dari neraka, termasuk juga aku, tetapi ialah semata-mata rahmat Allah Swt. belaka” HSM 2414

Pernyataan Hadits Shakheh Muslim ini sangat jelas dan tegas bahwa masuk Surga atau selamat dari api neraka itu bukan amal seseorang yang menentukan melainkan dengan rahmat dari Allah.

Silahkan saudara baca sendiri Qs. 44:10-42 dan Qs. 6:51, di sana dikatakan dengan tegas dan jelas juga, kesimpulannya demikian: Pada hari kiamat (pengadilan, penghakiman atau penghukuman) tidak ada kerabat yang bisa memberi syafaat, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Allah.

Jadi sangat jelas sekali baik Alkitab, Al Qur’an maupun Hadits menyatakan bahwa masuk Surga atau selamat dari api neraka bukan usaha atau amal seseorang melainkan kasih karunia atau rahmat dari Tuhan. Bagaimana cara Tuhan memberikan kasih karunia keselamatan kepada seseorang; melalui iman, tapi iman yang bagaimana? Sebab semua orang beragama pasti mengakui bahwa dirinya orang yang beriman. Iman yang menyelamatkan adalah percaya, mengenal dan mengandalkan Yesus Kristus saja yang adalah Tuhan dan Juruselamat. Baca ayat-ayat di bawah ini:

1. Yohanes 3:18,
“Barangsiapa percaya kepada-Nya (Yesus Kristus), ia tidak akan dihukum, barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman…”

Ayat itu jelasnya mengatakan: Barangsiapa percaya kepada Tuhan Yesus Kristus tidak dihukum, tetapi barangsiapa tidak percaya Tuhan Yesus Kristus diancam hukuman.

2. Markus 16:16,
“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”.

Ayat ini dengan jelas mengatakan siapa percaya dan dibaptis diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya dihukum. Silahkan pilih, monggo kerso… percaya diselamatkan, tidak percaya dihukum.

3. Yohanes 17:3
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Tuhan yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”

Kisah Rasul 4:12,
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia (Yesus Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan”.

Kalau saudara renungkan dan perhatikan baik-baik bahwa Yesus Kristus itu bukan mengajar dan menunjukkan jalan keselamatan saja tetapi diri-Nya itulah Esensi atau hakekat, perwujudan keselamatan itu, makanya Tuhan Yesus Kristus tidak pernah mengajarkan doa keselamatan atau minta doa shalawat supaya Dia selamat, tetapi Dia sendiri itulah pribadi yang menyelamatkan.

4. Yohanes 14:6,
“Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa (Pencipta alam semesta), kalau tidak melalui Aku (Yesus)”.

Jadi ayat ini juga tegas dan jelas bahwa Tuhan Yesus Kristus bukan hanya sekedar mengajar tentang jalan, tentang kebenaran dan tentang kehidupan seperti guru-guru agama yang mengajar muridnya. Tetapi Tuhan Yesus Kristus memperkenalkan, menunjukkan dan menyatakan bahwa diri-Nya itulah Esensi, hakekat, wujud jalan, wujud kebenaran, wujud hidup. Maka barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus diberi jalan, dinyatakan benar dan dapat hidup, hidup disini artinya hidup dihadapan hadirat Sang Pencipta, Penguasa segala alam. Sebab lawan kata hidup adalah maut, binasa, neraka atau hukuman.

5. Yohanes 8:24,
“Karena itu Aku tadi berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu, sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu”.

Singkatnya ayat ini menegaskan kalau ada orang yang tidak mau percaya bahwa Dia (Yesus) adalah Sang Penyelamat yang datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia, orang itu akan mati. Artinya tidak diijinkan berada dihadapan Tuhan melainkan dimasukkan ke neraka jahanam. Jadi dosa yang amat sangat berat adalah menyangkal, menolak Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya serta seluruh umat. Pada hakekatnya masuk Surga atau selamat dari api neraka itu amat sangat mudah, tinggal percaya menerima anugrah kasih karunia keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus.

Dengan satu kesimpulan, bahwa orang masuk Surga atau selamat dari hukuman api neraka itu bukan karena orang itu sudah beragama dan taat menjalankan syariat. Tetapi berdasarkan kasih karunia Tuhan serta sikap dan tanggapan seseorang itu terhadap Sang Penyelamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus, mau mengimani bahwa Yesus Kristus itu adalah Tuhan dan Juru selamatnya atau tidak (Matius 28:18, Yohanes 3:18, Yohanes 8:24). Sekali lagi agama hanya sebagai perangkat bukan penyelamat.

Dalam hal ini saya secara pribadi sama sekali tidak bertujuan dan tidak bermaksud untuk membenci atau mengadu domba antar umat beragama. Justru saya sangat menghormati antar umat beragama untuk saling mengasihi satu diantara yang lain, agar dapat berkat selamat dari Sang Juru Selamat, yaitu Tuhan Yesus Kristus atau Yeshua Hamashiah atau juga disebut dengan panggilan nama Isa Al Masih. Supaya nanti di akhirat tidak dihukum dengan siksaan lautan api neraka yang membara selama-lamanya. Itulah hukuman yang amat sangat menakutkan, mengerikan, menegangkan dan mendebarkan bagi setiap orang, karena hukuman itu bersifat langgeng, abadi, kekal selama-lamanya tidak ada ujung pangkal waktunya.

“Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang disebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tapi orang benar ke dalam hidup yang kekal. (Matius 25:41,46)

Hukuman di sana nanti bukan seperti penjara di Nusa Kambangan yang masih dapat makan dan minum dengan kenyang dan tidur dengan tenang serta masih ada harapan untuk dibebaskan. Tetapi lain ceritanya dengan orang yang dimasukkan ke penjara neraka, di sana bersifat kekal selama-lamanya, tidak ada istilah dibebaskan. Disitulah tempat hukuman bagi orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat umat manusia.

Maka dari itu cepatlah bertobat sebelum terlambat selagi pintu pertobatan masih dibuka dengan lebar bagi orang yang masih hidup di dunia ini. Oleh sebab itu mulai saat ini imanilah dan percayailah bahwa Yesus Kristus, Isa Almasih atau Yeshuah Hamashiah itu adalah Tuhan dan Juru Selamat saudara secara pribadi, serta Tuhan dan Juru Selamat seluruh umat manusia. Maka saudara dijamin secara pasti masuk Surga alias selamat dari ancaman hukuman siksaan api neraka.

“Akan tetapi Tuhan menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Tuhan. Jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Bapa oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!”
(Roma 5:8-10)

Sekali lagi, segera direnungkan, dipertimbangkan dan diputuskan, sebab masalah keselamatan kalau sampai ditunda-tunda hingga ajal tiba, akibatnya akan fatal dan gagal total sampai kekal, sesal dan kesal tiada gunanya karena sudah tidak ada harapan untuk dibebaskan.

Selagi nafas kehidupan masih dikandung badan janganlah dibiarkan terus pikiran itu dihantui perasaan bimbang yang merupakan alat setan, dipergunakan untuk menyesatkan banyak orang masuk ke liang penyiksaan penjara neraka jahanam. Sepanjang kesempatan Tuhan masih memberikan, marilah datang menerima anugerah janji Firman Tuhan yang sudah disampaikan dan diabadikan dalam sebuah tulisan yang disebut Kitab Suci.

” Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku.”
Yeremia 29:12-14

“Aku datang supaya mereka mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
Yohanes 10:10

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Matius 11:28

Akhir kata, sampai di sini saja, apabila di dalam tulisan saya terdapat kata-kata yang salah dan menyinggung perasaan tidak menyenangkan atau menyakitkan hati nurani para pembaca, dengan sejujurnya saya Paulus M. mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tetapi kalau semuanya ini menjadi berkat, mengucap syukurlah kepada Tuhan Yesus Kristus yang menjadi Juru Selamat dan sumber berkat. Dan salurkan berkat itu kepada orang lain agar tidak tersumbat, tersendat dan terlambat sampai ke alamat jiwa yang amat sangat menantikan kehadiran Sang Juru Selamat.

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu,
bahwa Yesus adalah Tuhan,
dan percaya dalam hatimu,
bahwa Bapa telah membangkitkan Dia dari antara orang mati,
maka kamu akan diselamatkan.
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan,
dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Roma 10:9-10

AMIN

Kepustakaan

1. Kitab Suci

2. Al Qur’an dan Terjemahan dari kerajaan Saudi Arabia

3. Hadits Shokhih Bukhori
Penterjemah: H. Zainuddin Hamidy dkk
Penerbit : WIDJAYA, Jakarta

4. Hadits Shokhih Muslim
Penterjemah: Ma’mur Daud
Penerbit: Klang Book, Selangor Malaysia


israel lahir 1hari

Friday, June 12th, 2009

Bangsa Yang Dilahirkan Dalam 1 Hari

Yesaya 66:8b
Masakan suatu negeri diperanakkan dalam 1 hari atau suatu bangsa dilahirkan dalam 1 kali?
Ini adalah Firman Tuhan yang disampaikan Tuhan kepada nabi Yesaya tentang nubuat suatu bangsa yang akan
dilahirkan dalam 1 hari. Kalau kita melihat Yehezkiel 37, kita juga akan mendapatkan nubuat tentang kebangkitan Israel.
Pelayanan nabi Yehezkiel berlangsung dari tahun 593 BC - 570 BC. Yehezkiel menjadi saksi mata dari hancurnya
bangsa Israel dan kota Yerusalem ketika Nebuchadnezzar raja Babylonia menghancurkannya pada tahun 586 BC.
Yehezkiel adalah salah satu nabi yang mengalami pembuangan ke Babel selain Daniel, Sadrach, Mesach dan
Abednego.

Di Yehezkiel 37, diceritakan bahwa Yehezkiel mendapatkan visi dari Tuhan tentang lembah yang penuh dengan tulang
belulang. Tulang-tulang itu amat banyak dan sangat kering. Siapakah tulang-tulang ini?

Yehezkiel 37:11
FirmanNya kepadaku : “Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh mereka sendiri
mengatakan : Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.
Visi yang dilihat oleh Yehezkiel adalah nubuat tentang bagaimana Tuhan akan membangkitkan Israel kembali di akhir
zaman.

Negara Israel hancur pada tahun 70 AD ketika kaum Yahudi tercerai berai melarikan diri ke seluruh penjuru dunia saat
pasukan Romawi di bawah pimpinan Jenderal Titus merobohkan kota Yerusalem dan Holy Temple kaum Yahudi.
Peristiwa ini dikenal sebagai “Diaspora”. Hampir selama 2000 tahun bangsa Israel tercerai berai ke seluruh dunia,
sampai tanggal 14 Mei 1948 mereka lahir kembali. Selama “Diaspora” mereka adalah tulang-tulang yang berserakan
dan sangat kering. Pengharapan mereka telah lenyap. Mereka hidup tapi telah mati.

Yehezkiel 37:3
Lalu Ia berfirman kepadaku : “Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?”
Yehezkiel menjawab : “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengetahui!”
Dengan kata lain, jawaban Yehezkiel ini sebenarnya adalah : “Tuhan, mana mungkin? Tulang-tulang ini sangat kering
dan tidak ada harapan lagi untuk hidup. Jika tulang-tulang ini hidup kembali, hal ini membutuhkan kuasa mujizat dari
Tuhan sendiri, tidak mungkin dari kuasa manusia.”
Lalu Tuhan mengatakan sesuatu kepada Yehezkiel suatu hal yang sangat aneh. Suatu hal yang berada di luar akal
pemikiran manusia. Tuhan memerintahkan kepada Yehezkiel untuk bernubuat kepada tulang-tulang itu. Bernubuat
kepada tulang? Apa ini benar Tuhan?

Yehezkiel 37:4
Lalu firmanNya kepadaku : “Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang
kering, dengarlah firman Tuhan!.

Yehezkiel 37:5-6
Beginilah firman Tuhan kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali.
Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan
memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan.
Lihat, bagaimana Tuhan melakukan suatu hal yang supranatural. Diluar akal sehat manusia. Tuhan membuat tulang-
tulang itu menjadi manusia kembali.

Yehezkiel 37:7-8
Lalu aku bernubuat seperti diperintahkan kepadaku; dan segera sesudah aku bernubuat, kedengaranlah suara,
sungguh, suatu suara berderak-derak, dan tulang-tulang itu bertemu satu sama lain. Sedang aku mengamat-amatinya,
lihat, urat-urat ada dan daging tumbuh padanya, kemudian kulit menutupinya, tetapi mereka belum bernafas.
Perhatikan! Restorasi dari tulang menjadi manusia yang hidup kembali adalah sebuah “Proses”. Tuhan tidak melakukan
sesuatu hal yang instan. Tulang-tulang itu berserakan dimana-mana, tulang-tulang itu telah menjadi kering, telah lama
mati. Kaum Yahudi setelah diaspora sejak tahun 70 AD, mereka menjadi kaum yang berserakan di seluruh penjuru
dunia, mereka menjadi kaum yang tertindas dan mati karena tidak mempunyai negara. Sampai akhirnya tanggal 14 Mei
1948 pukul 16:32, Ben Gurion mendeklarasikan berdirinya kembali negara Israel.

Yehezkiel 37:21-22
katakanlah kepadanya : Beginilah firman Tuhan : Sungguh, Aku menjemput orang Israel dari tengah bangsa-bangsa,
kemana mereka pergi; Aku akan mengumpulkan mereka dari segala penjuru dan akan membawa mereka ke tanah
mereka. Aku akan menjadikan mereka satu bangsa di tanah mereka, di atas gunung-gunung Israel, dan satu raja
memerintah mereka seluruhnya; mereka tidak lagi menjadi dua bangsa dan tidak lagi terbagi dua kerajaan.
Tuhan sendiri yang menjemput orang-orang Yahudi di manapun mereka berada di seluruh dunia untuk kembali ke tanah
mereka, yaitu tanah Kanaan, kepunyaan Israel. Bukan kepunyaan Palestina.
Tuhan memulihkan perjanjianNya dengan Abraham, Ishak, Israel dan keturunannya tentang hak Israel untuk tinggal di
Kanaan.
Sekarang ini, bangsa Israel telah ada di muka bumi. Mereka mempunyai bendera mereka. Mereka mempunyai
konstitusi. Mereka mempunyai Perdana Menteri dan Knesset, parlemennya. Mereka mempunyai polisi. Mereka
mempunyai kekuatan militer. Mereka mempunyai dinas intelejen yang terbaik di dunia. Mereka mempunyai kotanya,
Yerusalem, City of God. Mereka mempunyai negaranya sendiri. Hampir semuanya Israel telah punya, kecuali satu hal,
yaitu “Spiritual Life”.
Israel sampai saat ini sedang berusaha untuk memulihkan “Spiritual Life” mereka. Apa itu pemulihan “Spiritual Life” bagi
Israel?
Pemulihan “Spiritual Life” bagi Israel yaitu dengan cara membangun “Holy Temple” nya kembali untuk mempersiapkan
datangnya Mesias yang masih mereka tunggu, yaitu Tuhan kita Yesus Kristus pada saat Ia memerintah di bumi ini
selama 1000 tahun. Ini dikenal sebagai “Messianic Kingdom”.

BAGAIMANA PROSES LAHIRNYA ISRAEL?

Pada tahun 1446 BC, bangsa Israel eksodus dari perbudakan Mesir dipimpin oleh Musa. Ini adalah eksodus Israel yang
ke 1. Maka pada abad 20 ini, Tuhan sendiri yang memimpin bangsa Israel eksodus dari perbudakan bangsa-bangsa di
seluruh dunia untuk kembali ke tanah Kanaan. Ini adalah eksodus yang ke 2. Eksodus yang ke 2 masih terus
berlangsung sampai saat ini, Tuhan masih terus mengumpulkan Israel dari seluruh penjuru dunia untuk berkumpul di
Tanah PerjanjianNya. Eksodus yang ke 2 ini kita kenal sebagai “Zionisme”.
Zionisme adalah pekerjaan Tuhan. Tuhan sendiri yang menuntun Israel, karena Dialah Sang Penjaga Israel yang tidak
pernah terlelap.
Mazmur 121:4
Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.

Bagaimana Zionisme mulai?
Dimulai ketika Sekretaris Menteri Luar Negri Inggris bernama Arthur James Balfour menulis surat mandat kepada
Rothschild tanggal 2 November 1917. Surat ini kemudian dikenal dengan nama “Balfour Declaration” atau dikenal juga
dengan “British Mandate”. Surat ini adalah surat yang menjadi dasar dari pendirian negara Israel di Palestina pada tahun
1948. “British Mandate” secara umum isinya adalah surat izin bagi kaum Yahudi agar dapat berkumpul kembali di tanah
leluhur mereka di Palestina tetapi tetap berada di bawah otoritas Kerajaan Inggris. Pada mula dikeluarkan “British
Mandate” ini, banyak kaum Yahudi yang ragu untuk kembali ke Palestina. Mereka telah cukup lama hidup jauh dari
tanah leluhurnya. Untuk memulai hidup baru di Palestina, mereka ragu-ragu. Theodor Herzl menyerukan kepulangan
kaum Yahudi ke Palestina. Tapi tidak semua kaum Yahudi meresponinya.
Lalu timbullah Perang Dunia ke 2.
Hitler dan Nazi nya membuat program Holocaust, yaitu program pemusnahan kaum Yahudi dari muka bumi. Hitler
adalah pemburu kaum Yahudi.

Yeremia 16:16
Sesungguhnya, Aku mau menyuruh banyak penangkap ikan, demikianlah firman Tuhan, yang akan menangkap mereka,
sesudah itu Aku mau menyuruh banyak pemburu yang akan memburu mereka dari atas segala gunung dan dari atas
segala bukit dan dari celah-celah bukit.
Theodor Herzl dan teman-temannya yang menyerukan Zionisme adalah para penangkap ikan itu. Penangkap ikan,
mereka mengumpulkan ikan-ikan di dalam jalanya, sehingga semua ikan-ikan yang terserak berkumpul kembali.
Hitler dan teman-teman Nazi nya adalah para pemburu itu. Pemburu mengejar mangsanya, dan membuat mangsanya
terbirit-birit ketakutan.
Menachem Begin, bekas Perdana Menteri Israel, dalam salah satu bukunya berjudul “Revolt” menuliskan bahwa tentara-
tentara Inggris di Palestina mencegah kaum Yahudi untuk menetap di Palestina. Inggris mengirim kaum Yahudi kembali
ke Eropa. Di Eropa, kaum Yahudi diburu oleh Hitler. Sungguh saat itu adalah saat-saat yang sulit bagi kaum Yahudi.
Menachem Begin terus berjuang bagi kaumnya agar mereka bisa meloloskan diri dari Nazi di Eropa. Mengapa Winston
Churchill memerintahkan kaum Yahudi kembali ke Eropa? Karena saat berlangsungnya Perang Dunia ke 2, Winston
Churchill belum mengetahui adanya Holocaust. Churchill memerintahkan kaum Yahudi kembali ke Eropa supaya Inggris
tidak pusing menghadapi Jerman di satu sisi dan juga mencegah pemberontakan kaum Yahudi yang ingin merdeka di
tanah Palestina.
Menachem Begin saat Perang Dunia ke 2 adalah ketua pemuda Yahudi di Polandia. Ketika Polandia jatuh ke tangan
Rusia, Begin ditangkap oleh tentara Rusia dan dipenjara karena aktivitasnya yang berhubungan dengan Zionisme. Begin
adalah pendiri dari Irgun. Irgun adalah kelompok militer bawah tanah untuk menyelamatkan kaum Yahudi dari
pembantaian di Eropa. Di Palestina, kekuatan Irgun telah cukup merepotkan tentara Inggris, karena mereka sering
menyerang tentara Inggris yang berusaha membawa kembali kaum Yahudi ke Eropa. Sampai-sampai Inggris
menghadiahkan 100.000 USD bagi siapa yang dapat menangkap Menachem Begin hidup atau mati. Di bawah
kepemimpinan Begin, Irgun mampu memproduksi senjata mesin buatan kaum Yahudi sendiri. Ini semua adalah untuk
mempertahankan eksistensi kaum Yahudi dari setiap pemburu Yahudi.
Setelah berakhirnya Perang Dunia ke 2, kaum Yahudi kini berbondong-bondong ingin kembali ke tanah leluhurnya,
tanah Palestina. Mereka semua trauma akan Holocaust. Mereka merindukan sebuah negara yang menjamin
keselamatan mereka sendiri, yang dapat menentukan masa depan untuk mereka sendiri.
Perang di Eropa selesai, tetapi Inggris masih menghadapi pergolakan di tanah Palestina. Para tentara Inggris tetap
mencari antek-antek Menachem Begin. Inggris menjuluki Begin adalah “teroris”. Bulan Juni 1946, tentara Inggris
menginvasi kantor Jewish Agency. Lalu Juli 1946 King David Hotel yang adalah pusat komando tentara Inggris di bom
oleh Irgun. Sebelum meledakkan King David Hotel, Irgun telah memperingatkan lebih dahulu. Begin telah menelepon ke
British High Command bahwa bom akan meledak di King David Hotel. Tetapi tentara Inggris menjawab “We don’t take
orders from Jews”.
King David Hotel meledak, 91 orang tewas, 45 terluka, dan 15 orang Yahudi juga turut tewas. Apakah Begin teroris?
Begin adalah seorang pejuang yang berjuang melindungi kaumnya. Pengeboman King David Hotel adalah bukan aksi
teroris, karena ia telah memberi peringatan lebih dahulu. Setelah peristiwa King David Hotel, Inggris memutuskan
meninggalkan tanah Palestina. Dan pada 14 Mei 1948 berdirilah negara Israel.

Pada tanggal 14 Mei 1948 kira-kira 650.00 kaum Yahudi di Palestina berkumpul di Tel Aviv dan mereka semua sangat
tegang. Mereka khawatir 7 negara Arab akan menghabisi mereka begitu negara Israel berdiri. Seluruh persiapan
dilakukan dengan rahasia yang ketat. Tidak ada bangsa di dunia ini yang menyangka negara Israel akan lahir pada
tanggal 14 Mei 1948.

Pada saat rapat National Council jam 13.00 14 Mei 1948, para anggota masih belum menemukan kata sepakat akan
nama negara yang akan dipakai. Ada yang mengusulkan “Judea”, ada yang mengusulkan “Zion”, akhirnya Ben Gurion
memutuskan untuk memakai nama “Israel” untuk mengingatkan mereka akan leluhur mereka yaitu Yakub ( Israel ).
Seremoni diadakan di Tel Aviv Museum dan Perdana Menteri Israel yang pertama David Ben Gurion menyatakan “We
hereby proclaim the establishment of the Jewish State in Palestine, to be called Israel and now we are responsible for
our destiny”. Lagu kebangsaan Israel dinyanyikan yang bernama “Hatikvah”. Saat itu tepat pukul 16.32 14 Mei 1948.
Mereka duduk di meja dengan latar belakang tokoh Zionisme Theodor Herzl.

Nubuat Yesaya 66:8b digenapi.
Masakan suatu negeri diperanakkan dalam 1 hari atau suatu bangsa dilahirkan dalam 1 kali?
Tahun 70 AD hancur, dan 1948 AD lahir kembali dengan nama yang sama yaitu Israel.
Wilayah Israel saat itu adalah didasarkan atas “British Mandate” dan “British White Paper” tahun 1922. Dalam surat itu
ditulis bahwa kaum Yahudi ditetapkan untuk tinggal di sebelah timur sungai Yordan yang disebut dengan “Transjordan”.
Komunitas internasional mulai berdiskusi tentang negara baru ini setelah pembeberan Holocaust ke masyarakat
internasional pada tahun 1947. Dunia terkejut melihat Holocaust, dan mereka bersimpati dengan berdirinya negara
Israel. Tapi bangsa Arab sangat benci dengan lahirnya negara Israel, maka di masa awal berdirinya negara Israel
langsung terjadi Perang Kemerdekaan 1948.
Presiden Amerika, Harry Truman mengakui eksistensi negara Israel ketika ia menjabat tangan David Ben Gurion di
White House. Amerika dan Israel menjadi sekutu yang dekat sampai sekarang.

Tahun 1967 terjadi “The 6 days war”.

Pada Perang Kemerdekaan tahun 1948 Israel kehilangan kota Yerusalem karena diserang oleh 7 negara Arab, maka
dalam “The 6 days war” bangsa Israel mendapatkan kembali kotanya yang hilang, yang mereka sebut sebagai “The City
of God”. Pasukan Israel di bawah komando Jenderal Mordechai Motta Gur memasuki kota Yerusalem dan Western Wall,
tempat yang terdekat dengan ruang maha kudus dari Bait Suci kaum Yahudi. Mereka masuk ke Yerusalem tanpa
perlawanan yag berarti dari tentara Jordania.
Yitzhak Rabin melukiskan peristiwa itu sebagai “The peak of my life”. Bagaimana perasaan mereka ketika mereka
memasuki kota leluhur mereka yang telah dibangun hampir 3000 tahun yang lalu? Bagaimana perasaan mereka ketika
mereka tiba di Western Wall? Yerusalem dan Bait Suci adalah impian dari setiap kaum Yahudi di muka bumi ini.

Lukas 21:24
dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-
injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.
Tahun 1967 nubuat dari Lukas 21:24 sudah digenapi. Kedatangan Tuhan Yesus sudah diambang pintu!!! Berjaga-
jagalah senantiasa.

Ada 10 tanda-tanda profetik akhir zaman :
1. Ledakan ilmu pengetahuan. Daniel 12:4.
2. Tulah di Timur Tengah. Zakharia 14:12-15.
3. Lahirnya Israel. Yesaya 66:8-10.
4. Kaum Yahudi akan kembali ke Palestina. Yeremia 23:7-8.
5. Kota Yerusalem tidak lagi di bawah kontrol bangsa-bangsa yang tidak mengenal Tuhan. Lukas 21:24.
6. Lahirnya media-media global seperti CNN, BBC, ABC dan lain-lain. Wahyu 11:3, 7-10.
7. Penyesatan. Matius 24:4.
8. Kelaparan dan wabah penyakit. Matius 24:7-8.
9. Gempa bumi. Matius 24:7-8.
10.Kehidupan zaman Nuh terulang kembali, kawin cerai, perzinahan, pesta pora. Matius 24:36-39.

Israel adalah jam Tuhan. Melihat setiap peristiwa di Israel kita mendengar bahwa derap langkah Juruselamat kita Tuhan
Yesus Kristus semakin terdengar jelas. Tuhan siap datang untuk ke 2 kalinya kapan saja. Apakah kita sudah siap
menyambutNya?

Tuhan Yesus memberkati


PENEBUSAN MENURUT IMAN KRISTEN

Friday, June 12th, 2009

UTAMA
Penebusan adalah istilah yang berarti menutupi atau menyembunyikan. Dalam Iman Kristen, kata ini dikaitkan dengan karya yesus melalui ketaatanNya yang sempurna menyediakan keselamatan umat manusia dari kutuk Hukum Taurat dan memperdamaikan dengan Allah melalui darahNya di kayu salib.

Sehubungan dengan ini, Rasul Petrus berkata: “Sebab juga yesus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (I Petrus 3: 18).

Marilah kita teliti penebusan yesus ini dari pelbagai segi; pertama mengenai hubunganNya dengan Allah dari segi kasih, keadilan dan kekudusanNya; kemudian hubungannya dengan manusia, yakni pekerjaanNya didalam manusia dan untuk manusia. Benar bahwa penebusan dalam iman Kristen merupakan satu peniadaan dosa manusia dan satu deklarasi jelas tentang efektifnya korban yesus dalam menyelamatkan orang berdosa dari kutuk Hukum Taurat dan menghilangkan hukuman atasnya. Benar, karya yesus merupakan satu kepuasan bagi Allah dan pemenuhan atau penggenapan keadilanNya, yaitu satu kepuasan dan pendamaianNya. Betapa effektifnya korban yesus ini dalam menyingkirkan murka Allah dan menunjukkan kesenangan Allah menerima orang berdosa kepada satu perdamaian. Juga benar, bahwa penebusan berarti menutupi (melindungi) orang berdosa dengan darah yesus, Hukuman tidak lagi menjadi tuntutan baginya, karena hukuman telah diangkat dan diletakkan pada yesus, yang telah dikorbankan baginya. Aspek ini dikemukakan Rasul Yohanes demikian: “Inilah kasih itu; bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus AnakNya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” ( I Yohanes 4: 10).

Kemudian pula dikemukakan bahwa penebusan telah membuka pintu pendamaian antara manusia dan Allah tanpa melanggar kemurnian hukum Allah. Inilah yang dimaksud Rasul Paulus dalam II Korintus 5: 19, “Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diriNya oleh yesus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.” Walaupun manusia telah merumitkan (menjadi filsafat) sifat Allah dan hubunganNya dengan ciptaanNya yang berdosa secara luas, mereka belum pernah mencapai satu kesimpulan yang memuaskan. Alkitab menjelaskan apa yang tidak dapat diuraikan dengan filsafat. Allah itu adil. Keadilan menuntut hukuman atas orang berdosa. Sebab itu tidak ada pendamaian tanpa penebusan. Di sinilah korban penutup dosa diawali, bermula dari Taman Firdaus, ketika Allah membuat pakaian kulit untuk Adam dan Hawa, yang meminta korban binatang. Kita mengetahui dari Alkitab bahwa korban Habil yang diterima Allah adalah bayangan Allah yang akan datang, dan masih diungkapkan dalam bentuk penyataan dan ilham (Kejadian 4: 4). Demikian juga, seekor biri-biri jantan yang disediakan Allah untuk Abraham bagi penebusan Iskak anaknya, merupakan bayangan atau lambang penebusan melalui korban yesus yang telah direncanakan Allah sejak mula (Kejadian 22: 1-14). Domba Paskah yang diperintahkan Allah yang dipersembahkan di Mesir (Keluaran 12: 1-42) adalah bayangan nyata Anak Domba Paskah dalam Perjanjian Baru seperti yang dikemukakan Rasul Paulus dalam I Korintus 5: 7-8, sebab Anak Domba Paskah kita juga telah disembelih yaitu yesus, karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama bukan dengan pula dengan ragi keburukkan dan kejahatan tetapi dengan roti yang tidak beragi yaitu kemurnian dan kebenaran.”

Perjanjian Baru menggunakan kata “korban penehusan” sebagai penyelamatan yang sudah disempurnakan yesus disalib, menggenapi tuntutan Hukum Allah, ganti manusia itu sendiri. Dalam penderitaan dan korban kematian penebusan sebagai pengganti, terletak penggenapan sempurna atas hukuman yang layak dijatuhkan pada manusia, karena dosa. Hal mana sudah memenuhi tuntutan keadilan illahi serta membenarkan orang berdosa yang percaya dan taubat. Alkitab menggunakan kata “anugerah” untuk mengungkapkan penebusan yesus, karena Bapa Sorgawi tidak lagi memaksakan korban orang berdosa. Dia juga tidak memaksa AnakNya mengambil rupa manusia untuk menjadi Penebus. Allah yang kaya akan rahmat dengan kasih yang besar, mengakhiri hukuman Taurat dan menerima korban penggantian yang dikerjakan dengan rela oleh Firman Allah yang menjadi manusia sebagai ganti orang berdosa. Penebus sendiri menguatkan kebenaran ini dalam Yohanes 10: 15, “Aku memberikan nyawaKu bagi domba-dombaKu.” Jika kita bandingkan dengan Yohanes 15: 13, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya bagi sahabat-sahabatnya”, maka kita akan memahami maksud Allah yang telah mengosongkan diriNya, mengambil rupa manusia serta menderita, menanggung semua dosa kita dalam tubuhNya di kayu salib. Rasul Paulus mengukuhkan pentingnya korban penggantian ini dalam suratnya kepada jemaat di Roma, “Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan Hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging telah dilakukan Allah dengan jalan mengutus AnakNya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan Hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut roh” (Roma 8: 3-4).

Maksudnya ialah kematian kekal sebagai upah dosa kita, telah ditanggung yesus, menggenapi nubuatan dalam Yesaya 53: 5, “Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpahkan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”. Penebusan menjamin pengampunan dan berkat keselamatan yang bekerja dan berkesinambungan bagi orang-orang percaya, milik Allah karena dua hal;

Pertama, Allah menjanjikan keselamatan bagi orang percaya dari sudut ketaatan dan penderitaan yesus. Hal ini dapat dibaca dalam Roma 5: 18-19, “Sebab itu sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran, semua orang beroleh pembenaran untuk hidup.” Jadi sama seperti ketidaktaatan satu orang (Adam), semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang (yesus) semua orang menjadi orang benar.”

Kedua, keselamatan telah memenuhi persyaratan keadilan Allah berdasarkan perjanjian kekal antara Bapa dan Anak. Guna menghilangkan segala bentuk keraguan yang mungkin timbul, pernyataan illahi sendiri mengemukakan, “Sejak yesus datang ke dunia, Dia berfirman, ‘Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak engkau tuntut. Dan jawabku, “Sungguhaku datang melakukan kehendakMu yah Tuhan” (Mazmur 40: 7, Ibrani 10: 5-7). Demikianlah yesus menjadi manusia, menjadi pengganti orang berdosa, menanggung hukuman, memenuhi tuntutan perjanjian yang telah dilanggar itu. Rasul Paulus mempertajam pokok ini dengan berkata: “Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena yesus telah mati untuk kita ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darahNya kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah” (Roma 5: 8-9).

SEBAB-SEBAB PERLUNYA PENEBUSAN

1. Perlunya Keselamatan

Keselamatan bukan kebutuhan kolektif (kebersamaan), tetapi kebutuhan pribadi (perorangan). Semua manusia telah dihukum dan hidup di bawah penghukuman. Satu ketika yesus bertanya: “Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?”(Matius 16: 26). Manusia tidak mempunyai sesuatu untuk menebus nyawanya sendiri termasuk nyawa sesamanya. Allah berfirman melalui Daud: “Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya”(Mazmur 49: 8). Seperti dalam pertobatan, naluri manusia secara alamiah mengungkapkan bahwa pertobatan tidak dapat menghilangkan dosa masa lalu. Ada cara lain untuk mendapatkan pengampunan, yakni melalui penebusan. Kalau tidak demikian, bagaimana kita dapat menjelaskan korban yang dipraktekkan dari masa ke masa dalam hampir semua agama di dunia ini? Kita sama mengetahui bahwa batin manusia merindukan akan satu penebusan. Kenyataan lain, bahwa hati nurani menuntun kita menghargai tuntutan kekudusan, walaupun itu bertentangan dengan perilaku kita. Setiap orang sadar, nuraninya akan terganggu apabila berhadapan dengan pelepasan dosa-dosa masa lalunya. Satu pelepasan yang hanya didapat dengan jalan pembenaran melalui penebusan.

2. Kebejatan Manusia dan Kekudusan Allah

Allah adalah kudus dan manusia sudah berbuat dosa. Dosa nampak dalam pertentangan dengan kekudusan illahi. Sebab itu manusia berada di bawah penghukuman. Ia tidak akan diampuni sebelum penghukuman itu disingkirkan. Sekalipun ada kemungkinan dibenarkan melalui pertobatan, kebenaran di atas tetap dibutuhkan demi peniadaan dosa-dosa tersebut. Jika Allah memberi ampun tanpa penebusan, maka orang berdosa tidak akan menghargai hukum dan kekudusanNya. Untuk itu penebusan ditetapkan guna menghapus dosa dan sekaligus menyatakan kesempurnaan sifat Allah yang mutlak.

3. Penebusan sejalan dengan kebutuhan moral manusia.

Manusia memiliki sifat moral. Suara hati mengajarkan dia keadilan dan kekudusan yang mulia. Jika ia menyadari dosanya tanpa mengetahui adanya penebusan, maka suara hatinya akan terganggu. Dan pengampunan melalui penebusan akan memuaskan batin dan memenuhi tuntutan moralnya.

4. Penebusan memenuhi Tuntutan Hukum Taurat

Hukum Taurat menuntut orang berdosa dihukum. Hukum yang dijungjung tinggi selalu menuntut ganjaran. Demikian pula pengampunan tanpa penebusan berarti hancur dan gagalnya Hukum Taurat. Hal mana bertentangan dengan kata-kata dalam Matius 5: 18, “Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari Hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.” Perlu diingat, pengampunan tanpa penebusan sama dengan beranggapan bahwa dosa tidak perlu dihukum. Hal mana merupakan penghinaan atas keadilan dan kesucian Allah.

5. Penebusan diistimewakan dalam Firman

Allah Jika penebusan tidak dibutuhkan, Allah tidak akan menuliskannya dalam FirmanNya yang kudus. yesus berkata dalam Yohanes 3: 14, “Dan sama seperti Musa meninggikan ular dipadang gurun demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya beroleh hidup yang kekal”.

6. Tuntutan Hukum Moral

Allah sebagai penentu moral, bertindak sesuai dengan hukum-hukum yang telah ditetapkanNya. Ketidaktaatan dan kekacauan tidak ada dalam dunia moral di mana Allah bertahta. Allah tidak membiarkan setiap pelanggaran atas perintahNya. Dia menuntut pertanggungan jawab dari para pelanggar dan menjatuhkan hukum atas mereka. Di samping itu Allah menyatakan kebencian atas dosa dan murkaNya atas kejahatan dalam pemeliharaan illahinya melalui penebusan. Untuk menjunjung tinggi ketetapanNya, Allah membuka pintu perdamaian bagi orang berdosa.

7. Kenyataan adanya Korban Penebusan dalam Banyak Agama

Hal ini menunjukkan bahwa suara hati manusia merindukan penebusan, karena tidak dipuaskan dengan pertobatan saja. Manusia mendambahkan penebusan melalui penumpahan darah korban untuk orang berdosa. Semua alasan ini membuktikan perlunya penebusan itu.

BEBERAPA MASALAH PENTING LAINNYA
Amal baik dan Pengampunan

Amal baik adalah satu kewajiban yang harus dilaksanakan. Dan tidak dapat dijadikan pengampunan dosa masa lalu. yesus mengemukakan kebenaran ini, “Demikianlah juga kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata, ‘Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna’” (Lukas 17: 10). Rasul Paulus berkata dalam Efesus 2: 8-9, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada; jangan ada orang yang memegahkan diri”.

Karena harta dan kesehatan yang kita nikmati ini berasal dari Allah yang dipercayakan kepada kita, maka apabila kita memberi banyak persembahan (beramal) untuk pelayanan, kita sesungguhnya belum melakukan sesuatu yang layak untuk mendapat pahala. Daud mengemukakan hal ini dalam I Tawarikh 29: 14, “Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaMu, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari padaMulah segala-galanya dan dari tanganMu sendirilah persembahan yang kami berikan kepadamu.” Demikianlah Daud sesudah mempersembahkan sejumlah besar uang untuk pembangunan Bait Allah.

Amal baik tidak sanggup menghapus hina dan nista kita kepada Allah. Kekudusan dan kebenaranNya tidak terbatas. Oleh karena itu amal baik tidak dapat memberikan pengampunan dosa.

Untuk datang ke hadirat Allah kita membutuhkan kekudusan. Tanpa kekudusan tidak seorangpun dapat melihat Allah. Amal baik tidak menjadikan kita kudus. Kekudusan diberikan kepada orang beriman yang sudah dilahirkan oleh Roh Allah. yesus berkata: “Jika seorang tidak dilahirkan dengan air dan Roh, ia tidak dapat masuk dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh” (Yohanes 3: 5-6).

Doa dan Pengampunan

Doa bukan satu percakapan dengan Allah dan merenungkan pribadiNya. Orang berdosa sudah terpisah dari Allah dan doanya tidak lagi memenuhi syarat. Allah berfirman melalui Nabi Yesaya: “Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosa-mu” (Yesaya 59: 1-2). Daud berkata: “Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar” (Mazmur 66: 18).

Puasa dan Pengampunan

Puasa sama dengan doa, merupakan sebagian dari penyembahan. Aspek kerendahan dan kehancuran hati di hadapan Allah, yang tidak mampu memulihkan seseorang pada kebenaran manusia sebelum kejatuhan. Seperti halnya doa, puasa tidak dapat menutupi dosa pelanggaran terhadap kesucian Allah. Karena itu, tidak dapat diartikan dengan pengampunan. Allah berfirman melalui Nabi Zakharia: “Katakanlah kepada seluruh rakyat negeri dan para imam, demikian, ‘Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan ke lima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku? Dan ketika kamu makan dan ketika kamu minum bukankah kamu makan dan minum untuk dirimu sendiri?”(Zakharia 7: 5-6).

RINGKASAN

1. Keselamatan manusia didasarkan atas penebusan. Hal ini bukan satu teori filsafat tetapi fakta yang dibutuhkan untuk mengangkat dosa manusia yang telah jatuh.
2. Kita sependapat, Adam jatuh dalam dosa dan melibatkan seluruh umat manusia, karena dia mewakili umat manusia dalam menghadapi ujian illahi. Allah dalam kasihNya telah merencanakan peniadaan dosa dari manusia yang diciptakan menurut gambarNya dengan menyediakan seorang pengganti yang mampu menyatakan kuasa dan kasih Allah, agar manusia diselamatkan. Kasihnya berasal dari Allah. Demikianlah, Allah dengan kasihNya yang besar pada umat manusia, menginginkan yesus datang dalam daging dan darah, bersekutu dengan manusia dan menjadi pengganti sempurna manusia dan dinamakan oleh Rasul Paulus dengan Adam kedua. Adam pertama mewakili manusia dalam kejatuhannya sedangkan Adam kedua menggantikan manusia sebagai korban penebusan dan keselamatan.
3. Pengganti perlu membayar lunas, untuk mengangkat dosa dunia ini. yesus telah membayarnya melalui kematianNya di kayu salib, tempat Ia menanggung segala dosa kita dalam tubuhNya. Hal yang meyakinkan kita akan perlunya penebusan melalui salib adalah persembahan darah korban dalam Perjanjian Lama, yang melambangkan yesus Anak Domba Allah.

Satu hal istimewa dari korban yesus, di samping mengangkat dosa manusia ialah menyembuhkan manusia dari penyakit moral. Seorang yang sudah menerima yesus yang tersalib, hidupnya menjadi baru. Salib menerangi akal budinya, memahami akan dasyatnya pekerjaan dosa dan hebatnya penghukuman itu.

Sehubungan dengan ini lahir perkataan Rasul Yohanes, “Tetapi jika kita hidup dalam terang sama seperti Dia ada dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah yesus AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” (I Yohanes 1: 7).


Bukti Sejarah Kebangkitan Kristus

Wednesday, June 10th, 2009

Pengantar

Jika kebangkitan bukan peristiwa sejarah, maka kuasa kematian tetap tidak dikalahkan; Kematian Kristus menjadi tidak ada artinya, dan umat yang percaya kepada-Nya tetap mati dalam dosa; Keadaannya akan tidak berbeda dengan sebelum mendengar nama-Nya.

Apakah kebangkitan Kristus hanya sekedar ajaran saja?
Apakah kebangkitan Kristus hanya legenda saja?
Ataukah kebangkitan Kristus benar-benar terjadi dalam sejarah?

Penjelasan

Kebangkitan Kristus merupakan suatu peristiwa yang terjadi di dalam dimensi ruang dan waktu sejarah manusia. Kebangkitan Kristus adalah peristiwa dalam sejarah, dimana Tuhan bekerja di dalam waktu dan ruang tertentu.

Makna kebangkitan berhubungan dengan pembicaraan teologi, tetapi fakta kebangkitan berhubungan dengan pembicaraan sejarah. Fakta bahwa tubuh Yesus tidak berada lagi dalam kubur adalah pembicaraan yang bisa ditentukan dengan bukti sejarah.

Lokasi geografik dari kubur Yesus adalah lokasi yang dapat ditentukan. Orang yang mempunyai kubur Yesus adalah orang yang benar-benar hidup pada paruh pertama abad pertama. Kubur yang dibuat dari batu ini berada di perbukitan dekat Yerusalem. Ini bukan sekedar kepercayaan, tetapi adalah benar-benar lokasi geografis yang dapat ditentukan letaknya. Sanhedrin adalah tempat dimana orang-orang sering berkumpul di Yerusalem. Banyak tulisan yang mencatat bahwa Yesus adalah orang yang benar-benar hidup, tinggal di antara manusia, tinggal dalam masyarakat, tanpa memandang bagaimana tulisan-tulisan itu menganggap siapa Yesus. Banyak tulisan juga mencatat bahwa murid-murid yang memberitakan Tuhan yang bangkit adalah juga tinggal di dalam masyarakat, makan, minum, tidur, menderita, bekerja dan mati. Apakah ini pembicaraan ajaran? Tidak, ini adalah pembicaraan sejarah.

Ignatius yang berasal dari Syria, bishop dari Antiokhia, murid Rasul Yohanes, yang hidup antara tahun 50-115 M, dalam perjalanannya dihukum mati sebagai martir dengan diadu dengan binatang buas, menulis tentang Kristus:

“Dia disalibkan dan mati di bawah pemerintahan Pontius Pilatus. Dia benar-benar disalibkan dan mati di hadapan penghuni sorga, penghuni bumi dan bawah bumi.

Dia juga bangkit pada hari ketiga…

Pada hari persiapan Paskah, pada jam 3 (pukul 9 pagi), Dia menerima hukuman mati dari Pilatus; Bapa mengijinkan hal itu terjadi.
Pada jam 6 (pukul 12 siang), Dia disalib. Pada jam 9 (pukul 15 siang), Dia menyerahkan nyawa-Nya, dan sebelum matahari terbenam, Dia dikuburkan.

Selama hari Sabat, Dia terus di dalam bumi pada kubur di mana Yusuf dari Arimatea membaringkan-Nya.

Dia berada dalam rahim, seperti halnya kita, dan setelah periode waktu yang umum, Dia benar-benar lahir, dan seperti halnya kita, Ia benar-benar disusui, dan mengambil bagian dalam makan dan minum seperti halnya kita. Ketika Ia hidup di antara orang-orang selama 30 tahun, Dia benar-benar dibaptis oleh Yohanes. Ketika Dia mengajar Injil selama 3 tahun dan mengadakan tanda-tanda dan mujizat, Dia yang adalah Hakim dihakimi oleh orang Yahudi, dianggap bersalah kata mereka, dan oleh pemerintahan gubernur Pontius Pilatus dijadikan momok, pipi-Nya dipukul dan diludahi. Dia memakai mahkota duri dan jubah ungu. Dia dihukum: Dia benar-benar disalib, tidak dalam penglihatan, tidak dalam halusinasi. Dia benar-benar mati dan dikuburkan, dan bangkit dari antara orang mati.”

Mengenai kematian Kristus, Wilbur Smith menulis: “Secara sederhana kita mengetahui banyak hal-hal detil sebelum dan saat kematian Yesus, lebih banyak dari kematian tokoh-tokoh lain leluhur dunia”.

Pada akhir abad pertama, Josephus, seorang sejarahwan Yahudi menulis dalam bukunya Antiquities:

“Pada kira-kira waktu ini, hiduplah Yesus, seorang yang bijaksana, jika memang seseorang seharusnya menyebut dia seorang manusia. Karena ia adalah seseorang yang mengadakan hal-hal yang mengejutkan dan adalah seorang guru bagi orang-orang yang menerima kebenaran dengan senang hati. Ia memenangkan banyak orang Yahudi dan banyak orang Yunani. Ia adalah Sang Kristus. Ketika Pilatus, karena mendengar bahwa ia dikenai tuduhan oleh orang-orang dengan jabatan tertinggi di antara kami, telah menjatuhkan hukuman salib kepadanya, mereka yang dari mulanya sudah mengasihi dia tidak melepaskan kasih sayang mereka kepadanya. Pada hari ketiga ia menampakkan diri kepada mereka dalam keadaan kembali hidup, karena nabi-nabi Tuhan telah menubuatkan hal-hal ini dan tak terhitung banyaknya hal-hal menakjubkan lainnya mengenai dia. Dan suku Kristen, demikian mereka disebutkan menurut namanya, sampai saat ini masih ada.”

Injil-injil menjelaskan fakta-fakta yang berhubungan dengan kematian dan kebangkitan Yesus lebih detail dari bagian manapun pelayanan Yesus. Detil dari kebangkitan Yesus harus diterima seperti halnya detil kematian-Nya.

Perjanjian Baru juga menegaskan bahwa: Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan. Murid-murid-Nya menjadi sangat kehilangan semangat dan takut.
Beberapa waktu yang singkat kemudian tiba-tiba semangat mereka bangkit, dan menunjukkan suatu semangat dan keberanian yang sangat tinggi, hingga tahap bersedia mati martir. Jika kita bertanya kepada mereka apa yang menyebabkan perubahan ini, mereka tidak akan menjawab, ‘Karena penyaliban, kematian dan penguburan seorang yang pernah hidup’, tetapi mereka akan menjawab, ‘Karena Tuhan telah bangkit’. Inilah yang menyebabkan orang-orang menjadi percaya.

Murid-murid adalah saksi kebangkitan Yesus Kristus. Catatan sejarahwan Lukas, mencatat dalam Kisah Para Rasul 1:3,
“Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”

Kristus menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya. Penampakan ini terjadi dalam waktu yang dapat ditentukan, kepada banyak orang yang dapat ditentukan, dan dalam tempat yang dapat ditentukan.

Para murid percaya karya penebusan Yesus melalui bukti yang sangat kuat mengenai kebangkitan-Nya dan bukti ini tersedia kepada kita sekarang melalui catatan Perjanjian Baru. Ini penting bagi kita yang hidup di dalam jaman yang meminta bukti untuk mendukung pernyataan Kekristenan mengenai kebangkitan Kristus; untuk menjawab mereka yang meminta bukti sejarah Kebangkitan Kristus.

Kebangkitan Kristus berdasar kepada fakta sejarah, dan merupakan sumber motivasi yang kuat orang mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Ada bukti-bukti yang tidak dapat disanggah mengenai kebangkitan Kristus dalam surat-surat Paulus. Surat-surat yang ditujukan kepada: Galatia, Korintus, dan Roma, adalah surat yang ditulis Rasul Paulus selama dalam perjalanan misi antara tahun 55-58 M. Ini menunjukkan bahwa bukti-bukti kebangkitan Kristus sangat dekat dengan peristiwa itu sendiri, karena Paulus sendiri berbicara secara jelas bahwa materi surat yang ia tulis isinya sama dengan yang ia bicarakan waktu ia bersama-sama dengan mereka.

Kebangkitan Kristus adalah dasar dari pembelaan iman Kristen. Rasul-rasul adalah saksi kebangkitan: “… mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.” (Kisah Para Rasul 1:22).

Isi dari pengajaran rasul Paulus saat di Athena adalah: “Yesus dan Kebangkitan” (Kisah Para Rasul 17:18). Khotbah pertama Petrus adalah tentang Kebangkitan: “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi” (Kisah Para Rasul 2:32).

Sebagai fakta sejarah, Kebangkitan Kristus mendorong manusia untuk percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Ini bukan sekedar pembicaraan mengenai pengaruh: karakter, contoh dan pengajaran-Nya. Ini mengenai tanggapan manusia terhadap-Nya. Siapa yang percaya kepada kebangkitan-Nya, kemudian mempercayai ketuhanan-Nya, kemudian percaya akan karya penebusan-Nya, kemudian percaya kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat, akan memperoleh penebusan dosa dan diselamatkan. Siapa yang menyangkal kebangkitan-Nya, secara langsung menyangkal ketuhanan-Nya dan menolak karya penebusan-Nya, tidak diselamatkan.

Kebangkitan Yesus Kristus adalah fakta sejarah.
Penyaliban Yesus Kristus untuk menanggung dosa manusia adalah fakta sejarah.
Penyaliban Yesus Kristus untuk menanggung dosa Saudara adalah fakta sejarah.

Maukah Saudara menerima fakta sejarah ini?
Maukah Saudara menerima karya penebusan Kristus bagi Saudara?
Maukah Saudara diselamatkan dari hukuman dosa, kemudian menerima hidup kekal?
Maukah Saudara menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat Saudara?

Sumber:
Josh McDowell, The New Evidence that Demands a Verdict, Thomas Nelson Publisher.
Lee Strobel, Pembuktian Atas Kebenaran Kristus, Penerbit Gospel Press, PO BOX 238, Batam Center, 29432. F: 021-74709281


Ringkasan Seminar Refleksi Film The Passion Of The Christ

Wednesday, June 10th, 2009

Pembicara : Pdt Dr Stephen Tong

Pengantar

Mel Gibson adalah seorang Katholik yang percaya Kitab Suci. Dua belas tahun yang lalu ia mempunyai ide membuat film tentang Kristus menurut yang dia imani. Film itu sekarang berjudul The Passion of The Christ. Film ini berbeda dengan yang lain karena film ini bukan untuk entertainment, film ini merefleksikan iman kristen atas satu dasar fakta sejarah.

Beberapa film Yesus sebelumnya belum pernah melampaui apa yang telah dibuat dalam The Passion of The Christ.

1. Film ini dipikirkan selama 12 tahun dari jiwa seseorang yang sedalam-dalamnya beriman, mau memperkenalkan apa yang ia imani sebagai fakta sejarah.
2. Film ini bukan untuk mencari uang.
Mel Gibson mengeluarkan uangnya sendiri sebesar 25 - 75 juta US$.
Film ini memakai bahasa Aramic, film mana yang akan laris memakai bahasa Aramic ? Kalau ingin laris pakai bahasa Inggris.
3. Film ini menceritakan 18 jam terakhir kehidupan Yesus sebelum mati disalib.
4. Keakuratan yang melampaui film-film lain di dalam sengsara dan penderitaan Yesus Kristus. Passion mempunyai 2 arti, pertama emosi yang mendalam sekali, kedua sengsara.
5. Waktu shooting, tiap hari dilakukan perjamuan kudus untuk mengingat sengsara, kematian Yesus Kristus dan untuk meminta kekuatan Tuhan.

Inilah keunikan film tersebut.

Paus berkomentar “That is”, maksudnya memang benar sengsara Yesus seperti yang digambarkan film ini. Billy Graham terharu dan menangis menyaksikan film ini. Orang Yahudi marah karena takut menambah kebencian terhadap Yahudi.

Pemimpin Yahudi membawa Yesus ke Pilatus

Benarkah orang Yahudi yang membunuh Yesus?
Jawabannya ya. Jawabannya tidak.

Bukan semua orang Yahudi yang menginginkan Yesus mati. Petrus, Paulus dan Yohanes adalah orang Yahudi, apakah mereka menginginkan Yesus mati ?
Ada orang Yahudi yang membawa Yesus ke Pilatus, tetapi ada orang Yahudi giat memberitakan Injil, kabar baik yang diajarkan Yesus.

Namun demikian film ini harus kompromi, karena setelah Pilatus cuci tangan, kalimat orang Yahudi “Biarlah darah-Nya ditanggung kami dan anak cucu kami” tidak dimasukkan.

Yahudi benci Yesus karena Yesus terlalu baik. Bayangkan andaikata ada satu kantor yang semua orangnya korupsi, kemudian datang seorang pegawai baru yang tidak mau korupsi. Pegawai baru itu akan dicintai atau dibenci ?
Pegawai baru pasti akan dibenci, dikatakan sok sucilah, gobloklah dan lain sebagainya. Maka jangan heran kalau nabi dibunuh, orang baik dibenci.
Yesus menderita, karena Dia Sang Kudus, hidup di antara sang keji. Dia adalah Anak Allah, hidup di tengah-tengah anak setan.

Sayangnya, anak yang jahil, keji dan jahat justru beragama. Yang paling berani bunuh orang, orang agama atau ateis ? Orang agama. Orang agama bilang, “Tuhan menyertai aku, maka saya berani membunuh engkau.” Agama kalau sudah rusak, akan lebih rusak daripada yang tidak percaya Tuhan. Kalau agama diperalat, lebih berani berbuat dosa daripada orang yang tidak percaya Tuhan.

Yesus baik, suci, menolong, menyembuhkan orang, membangkitkan orang mati, plus Yesus berani menegur pimpinan agama. Pimpinan agama kurang kesempatan ditegur orang. Yesus menegur kemunafikan pemimpin-pemimpin agama, membuat mereka marah luar biasa. Mereka kalau berkhotbah tidak laku, tetapi kalau Yesus berkhotbah mengemparkan banyak orang. Ketika Yesus membangkitkan orang mati yang ketiga kali yaitu Lazarus, pemimpin-pemimpin agama bermusyawarah memusnahkan Yesus. Kalau Yesus hidup, agama/budaya Yahudi mati. Kalau Yesus mati, agama/budaya Yahudi hidup.

Pemimpin-pemimpin Yahudi ingin membunuh Yesus, tapi bagaimana karena Hukum Musa mengatakan ‘jangan membunuh’?. Kalau begitu serahkan saja kepada Pilatus supaya Pilatus yang membunuh. Inilah kemunafikan.

Lihat percakapan Pilatus dengan pemimpin-pemimpin Yahudi:
Pilatus : “Apa yang kamu tuduhkan pada Yesus ?”
Pemimpin Yahudi : “Jikalau Dia tidak ada salah besar, tak mungkin kami bawa ke sini”.
Pemimpin Yahudi tidak menjawab pertanyaan Pilatus. Pemimpin Yahudi menjawab dengan jawaban psikologis.

Pilatus capek, jengkel karena bisanya datang ke kantor jam 8, ini pagi-pagi jam 2,3,4,5,6 harus mengurusi pengadilan Yesus. Lihat percakapan berikutnya :
Pilatus : “Adili sendiri menurut hukum agamamu”
Pemimpin Yahudi : “Kami tidak berhak membunuh”.
Lho Pilatus tidak tanya kamu membunuh.
‘Kami tidak berhak membunuh’ berarti kamu yang berhak.
Jadi kami (pemimpin Yahudi) membawa Dia (Yesus) supaya kamu (Pilatus) yang bunuh. Itulah agama, orang selalu tafsir agama untuk mencelakakan orang lain. Agama memperalat politik untuk melayani agama.

Dari zaman ke zaman politik memperalat agama, agama memperalat politik.
Waktu Yesus lahir, Herodes memperalat agama untuk kepentingan politik.
Waktu Yesus mati, pemimpin Yahudi memperalat politik untuk kepentingan agama.

Mengapa Herodes bisa menjadi raja Israel ? Herodes keturunan Esau, bukan keturunan Yakub (Israel), bukan keturunan Yehuda, bukan keturunan Daud. Dia menjadi raja, karena kerajaan Romawi menjadikannya raja atas orang Israel. Herodes berpikir orang Israel harus menerima dirinya, bagaimanakah caranya? Herodes membuat Bait Allah yang besar, sehingga orang Israel berpikir ‘Ya sudahlah toh Herodes sudah membuatkan kita Bait Allah yang besar’. Di sini Bait Allah yang dibuat Herodes menunjukkan bagaimana Herodes memperalat agama untuk kepentingan politik.

Dalam film ini ada 3 hal yang harus dipisahkan:

1. Bagian-bagian yang setia kepada Alkitab
2. Bagian-bagian yang sesuai dengan tradisi sejarah Katholik
3. Hal-hal yang mungkin tidak pernah terjadi, hanya merupakan imajinasi produser film, misalnya burung gagak yang mematok penjahat yang tidak mau bertobat.

Dalam film ini Maria dibesar-besarkan. Waktu Petrus bertobat dia berlutut di hadapan Maria. Ini sama sekali berbeda dengan Alkitab. Manusia hanya mengaku berdosa di hadapan Tuhan, bukan di hadapan Maria.

Perkataan Pilatus dengan istrinya dalam film ini ketika istrinya berbicara memakai istilah kebenaran :
“Kebenaran, engkau tahu tidak, apa itu menurut aku.
Inilah kebenaran yang aku tahu,
Kaisar sudah memberikan peringatan kepada aku 2 kali :
Sudah dua kali di tanah Yudea mengalami pemberotakan, mengalami perdarahan. Kali ketiga darah yang dialirkan adalah darah kamu”.

Jadi Pilatus sudah tahu, sudah sampai pada kesempatan terakhir menjadi gubernur yang harus bertanggung jawab kepada kaisar. Kalau terjadi pendarahan/pemberontakan lagi, dia sendiri harus dibunuh. Itulah sebabnya ketika melihat pemimpin Yahudi membawa Yesus, dia takut.
Kalau aku (Pilatus) membunuh Yesus, akan terjadi pemberontakan karena seluruh tanah Yudea yang berjumlah ratusan ribu orang menganggap Yesus adalah nabi.
Tetapi kalau aku (Pilatus) tidak membunuh Yesus, maka pemimpin-pemimpin agama Yahudi akan berontak kepadaku.
Jadi kalau kalau aku bunuh Yesus aku salah, saya tidak bunuh Yesus juga salah.
Maka Pilatus merengut, tegang, tidak tahu bagaimana mengambil keputusan.

Cambukan kepada Yesus

Akhirnya untuk jalan keluar dari kesulitan ini, Pilatus berkata “Cambuklah Dia”. Film ini memakai banyak waktu untuk cambukan kepada Yesus yang tidak pernah terjadi dalam film-film lain. Alkitab cuma mengatakan satu kalimat ” “Pilatus menyuruh mencambuk Yesus”.
Tetapi apa yang ditontonkan di dalam film ini benar, Yesus dicambuk sesuai dengan apa yang tercatat di dalam peraturan-peraturan kerajaan Romawi.

Menurut orang Romawi, cambukan hanya dilakukan kepada orang yang bukan warga negara Romawi. Kalau kesalahannya lebih besar dari seharusnya dicambuk, pemberontak tersebut akan dipaku di atas kayu salib. Cambukan itu kalau kesalahannya berat dilakukan 40 kali dan bisa diulangi.
Cambukan 40 kali yang pertama pakai cambuk biasa,
cambukan 40 yang kedua ini memakai cambuk yang mempunyai cakar-cakar kaitan dari sengat besi. Sehingga setiap cambukan ke tubuh manusia semua sengat besi mencantol dalam daging. Setelah mencatol dalam daging, lalu dicabut, kemudian dicambuk kedua kalinya, dan daging-daging yang sudah kena sengat besi tadi itu, semua akan menjadi terbuka dan darah banyak yang mengalir. Dalam hal ini Mel Gibson betul-betul belajar semua pencambukan yang terjadi di Romawi. Kalau orang mengatakan film ini terlalu brutal, terlalu rusak, terlalu menakutkan, terlalu kejam, saya berani katakan bahwa Mel Gibson benar-benar mengerti apa artinya cambukan Romawi.

Kalau seorang sudah dicambuk begitu banyak sampai tubuhnya semua pecah, darah mengalir, mana mungkin masih bisa hidup ?
Jangan lupa Yesus adalah seorang yang inkarnasi sungguh-sungguh mempunyai tubuh yang kuat luar biasa. Mengapa? Dia mau menanggung dosa seluruh umat manusia yang percaya kepada-Nya.
Menurut Kitab Suci seekor domba harus dibunuh untuk menjadi persembahan pada waktu berumur 1 tahun dan dia dibunuh waktu tubuhnya seluruhnya sehat, tidak boleh sakit dan tidak boleh ada cacat, dan adalah domba anak sulung dari ibunya. Ini semua tercatat di dalam Pentateukh, Perjanjian Lama sebagai syarat menjadi juruselamat, mati untuk manusia harus pada saat yang paling sehat, kuat, tidak sakit, tidak cacat, lalu dicambuk, dipukuli, dibunuh, berdarah untuk menebus dosa kita.

Yesus untuk mencapai kemungkinan ini, Dia sengaja pilih dilahirkan di dalam keluarga tukang kayu, sehingga bekerja berat, melatih diri hingga sampai umur 30 tahun dengan tubuh yang begitu sehat, lalu Dia mati bagi orang berdosa.

Setelah dicambuk, darah-Nya berceceran begitu banyak, dan ada yang tidak cocok dengan Alkitab yaitu Maria memakai handuk yang diberikan istri Pilatus untuk membersihkan darah Yesus. Tradisi Yahudi percaya darah mempunyai sesuatu yang tinggi sekali, di dalamnya ada hidup, sehingga Mel Gibson memasukkan adegan membersihkan darah Yesus yang tercecer di tempat itu.

Setelah itu, Yesus disuruh memikul salibnya yang beratnya lebih dari 70 kg. Dengan memikul kayu yang berat itu membuat Yesus terjatuh beberapa kali. Alkitab tidak mengatakan jatuhnya berapa kali.

Pada waktu Yesus di tengah-tengah jalan, ada seorang perempuan yang namanya Veronica. Ini tidak dicatat di Alkitab. Ia membawa satu handuk lagi dan datang untuk melap darah yang ada di mata Yesus. Pada waktu dilap, kain itu selesai lalu dipegang oleh tangannya, dia terus melihat dan pada saat tertentu, kain itu menjadi kain yang yang mempunyai muka Yesus yang dicap di atasnya. Menurut tradisi, itu adalah satu-satunya kain yang kita dapat mengetahui muka Yesus itu seperti apa. Ini adalah legenda yang tidak ada fakta menunjangnya.

Kemudian Simon dari Kirene dipaksa untuk memikul salib Yesus. Dalam film ini, Yesus dan Simeon, 2 orang bersama memikul salib. Ini adalah benar.

Golgota

Golgota adalah satu-satunya tempat Tuhan tidak menyatakan diri. Di seluruh Kitab Suci di mana Yesus berada di mana orang mungkin salah mengerti kepada Dia, Tuhan Allah langsung campur tangan.

1. Waktu Yesus dibaptis oleh Yohanes
Waktu itu semua melihat seolah Yohanes lebih besar karena membaptiskan Yesus. Allah tidak tega melihat Yesus, Anak-Nya disalah mengerti, maka Dia membuka langit dan berkata “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia”. Sehingga orang beralih dari mementingkan Yohanes Pembaptis menjadi mementingkan Yesus.
2. Waktu Yesus menyatakan kemuliaan-Nya
Waktu Yesus menyatakan kemuliaan-Nya di atas bukit yang sangat tinggi, wajah-Nya bercahaya lebih terang dari matahari dan muncullah 2 orang yaitu Musa dan Elia. Pada waktu 3 orang murid-Nya yang semula mengantuk sekarang bangun melihat Musa dan Elia, dan mereka begitu gentar. Mereka berkata, “Mari kita bikin tenda untuk Yesus, untuk Musa dan untuk Elia”. Tuhan tidak ingin manusia menyamakan Yesus dengan Musa dan Elia, kemudian Tuhan membuat awan yang menutup, sesudah itu 2 orang menghilang, di sini kemudian muncul suara dari sorga lagi “Ini Anak-Ku yang kukasihi, dengarkanlah Dia”.
Jadi hanya Yesus yang harus diutamakan.

Lalu Yesus dipaku di atas kayu salib. Itu adalah saat yang paling Dia perlukan kesaksian dari Allah Bapa. Namun justru saat disalib di atas Golgota, Allah tidak menyatakan diri-Nya.

Golgota adalah total kekosongan kasih. Di atas Golgota tidak ada kasih Allah yang bisa turun kepada Yesus, karena dosa manusia semua sudah terkumpul kepada Dia sehingga Allah menghakimi Dia, Allah tidak mengasihi Dia.

Golgota juga satu-satunya tempat tidak dinyatakan mujizat, tidak dinyatakan kuasa ilahi, tidak dinyatakan penyertaan Tuhan Allah, tidak dinyatakan bijaksana surgawi.

Tetapi justru pada waktu Yesus terpaku di kayu salib terjadi 7 mujizat yang tidak menyembuhkan,menolong, melepaskan atau membebaskan. Mujizat ini terjadi dalam 6 jam. Jam 9 pagi Yesus dipaku, jam 3 sore Yesus mati. Di sini hanya dibahas beberapa mujizat :

1. Jam 12 siang, langit menjadi gelap gulita
Ini merupakan Allah seolah-olah tutup mata membiarkan Yesus mati.
Ini merupakan tanda matahari malu melihat manusia jahatnya seperti ini. Orang yang terbaik sepanjang sejarah dibunuh seperti ini, mataharipun tidak mau.
2. Gempa bumi
3. Mujizat yang lain yang paling penting adalah tirai yang dari atas sampai bawah pecah menjadi 2 di dalam Bait Allah. Ini adalah mujizat yang bersimbolik besar sekali. Tirai yang begitu besar dengan lebar kira-kira 3/4 balai sidang JCC dan tingginya juga tidak kalah dengan tinggi balai sidang, begitu berat dari atas sampai bawah bisa robek, tak mungkin terjadi kecuali karena tangan Tuhan Allah sendiri. Tirai yang pecah dari atas sampai bawah melambangkan jalan yang menghalangi kita yang berdosa kembali kepada Tuhan Allah sudah dibongkar. Pintu sudah dibuka, manusia sudah boleh kembali kepada Tuhan Allah.

Beberapa rekan dari agama lain yang percaya Yesus tidak disalib karena mereka percaya Yesus terlalu saleh, sehingga Tuhan sangat kasihan kepada Dia. Mereka percaya waktu Dia berada di Getsemani, maka Tuhan merubah wajah Yesus menjadi Yudas, dan wajah Yudas menjadi wajah Yesus. Akhirnya mereka menangkap Yesus padahal yang ditangkap itu Yudas, sehingga Yesus yang asli lolos. Mereka percaya itu berdasarkan satu buku yang namanya Injil Barnabas. Injil Barnabas adalah injil yang belum pernah muncul sampai beberapa ratus tahun yang lalu. Injil Barnabas penuh kesalahan lebih dari 110 kali termasuk kalimat ini “Yesus naik kapal ke Nazaret”, padahal Nazaret di atas gunung. Mungkinkah Yesus naik kapal ke atas gunung? Itu membuktikan bahwa buku yang disebut Injil Barnabas bukan Firman Tuhan.

Tujuh perkataan salib

Yesus yang dipaku di atas kayu salib, tidak mungkin Yudas yang dipaku. Kalau Yudas yang dipaku, tidak mungkin keluar dari mulut Yudas kalimat-kalimat yang paling agung dalam sejarah.

1. Pada waktu Yesus dipaku, paku itu menusuk ke dalam tangan-Nya, dia mulai kesakitan, mengatakan dengan kalimat pertama “Bapa ampunilah mereka karena apa ya0


Trauma Berbuahkan Ketakutan Hidup

Monday, June 8th, 2009

Trauma Berbuahkan Ketakutan Hidup
Dec 16, 2008
Pertobatan

Trauma Akibat Kematian Sahabat

Nanung hanya bisa berdiri lemas dengan lutut gemetar dan mata terbelalak ketika melihat sahabatnya yang bernama Farid sudah tergeletak tak bernyawa - berlumuran darah di atas aspal dan isi kepalanya berceceran di tengah jalan. Farid ditabrak sebuah mobil berkecepatan tinggi ketika ia sedang menyeberang jalan bersama Nanung. Waktu itu mereka berdua baru saja pulang dari sekolah. Meskipun kejadian itu Nanung alami ketika ia masih duduk di bangku kelas 4 SD, namun trauma yang ditimbulkannya terus melekat hingga ia beranjak dewasa.

Berkali-kali kejadian tersebut menghantui pikiran Nanung. “Bagaimana jika aku mati nanti?” pikir Nanung. Semakin dewasa pemikiran Nanung pun semakin berkembang dan ia berusaha untuk hidup dengan baik. Segala perilaku dan moral yang ia tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari sangat baik dan ia sendiri tidak pernah terlibat dengan pergaulan bebas yang merugikan, seperti halnya mabuk-mabukan, berjudi atau main pelacur. Itu semua ia lakukan supaya nantinya bisa selamat setelah kematian. Nanung percaya bahwa setelah kematian ada kehidupan yang kekal yang harus ia jalani, yaitu di akhirat. Keluarga Nanung yang semuanya muslim dan tinggal di daerah Sukra Indramayu, juga hidup taat dengan nilai-nilai kebenaran yang mereka mengerti pada waktu itu.

Bekerja Di Jakarta Sambil Belajar Ilmu Kebal

Tahun 1990, Nanung pergi ke Jakarta dan bekerja sebagai petugas keamanan dan penjaga parkir di ITC Mangga Dua. Dari kecil Nanung takut sekali mati. Dipicu oleh banyaknya risiko yang harus ia hadapi selama bekerja di Jakarta, Nanung pun akhirnya menuruti nasihat ayahnya yang menyarankan untuk mempelajari ilmu kebal agar ia bisa memiliki keberanian dan tidak bisa mati. Pada mulanya, Nanung masih diantar oleh sang ayah pergi belajar ilmu kebal pada suatu perguruan bela diri di daerah Bekasi, yaitu Bulak Kapal. Tapi pada hari-hari selanjutnya ia pergi seorang diri untuk berlatih. Hampir setiap malam ia mempelajari ilmu kebal di tempat itu. “Ada beberapa tahap yang harus saya alami. Setiap kali saya datang selalu diisi dan diberi mantra-mantra sehingga saya bisa kebal terhadap silet, golok, celurit, bahkan peluru,” ujar Nanung. Setelah memiliki kesaktian baru, Nanung mulai menyadari bahwa secara tidak langsung ilmu kebal yang ia pelajari membawa dampak buruk terhadap karakter pribadinya. Ia menjadi seorang yang temperamental dan mudah sekali emosi. Dalam dirinya tidak ada perasaan takut sama sekali terhadap siapa pun.

Bertemu Kekasih Dan Menikah

Ketika ia bekerja di daerah Mangga Dua, Nanung berkenalan dengan seorang gadis penjaga kantin di lantai dasar ITC bernama Soleha. Setelah perkenalan itu, Nanung semakin sering mendekati Soleha. Mereka berpacaran dan memutuskan untuk menikah pada tanggal 11 Juni 1993 di Pemalang. Selama berpacaran hingga awal mereka menikah, Nanung menunjukkan sikap yang baik kepada sang isteri. Bahkan Soleha tidak pernah tahu bahwa Nanung pernah memarahi tetangga Soleha dan mengancamnya dengan sebuah gunting. Pada waktu itu Nanung menghampiri tetangga Soleha yang sering membicarakan hubungan mereka. Karena saking takutnya, tetangga Soleha meminta maaf.

Munculnya Sifat Jahat Yang Terpendam

Kekasaran dalam rumah tangga Nanung mulai terlihat ketika ia cemburu dengan Soleha, isterinya. Nanung mengancam Soleha dengan sebilah pisau dan membuat Soleha lari ketakutan keluar rumah. Setiap kali ia marah dan bertengkar dengan isterinya, Nanung selalu memukul Soleha dengan peci dan menghancurkan benda apa saja yang ada di dalam rumah. Kejadian mengguyur Soleha dengan minyak tanah bukanlah hal yang aneh dalam rumah tangga mereka. Nanung sering kali berniat membakar isterinya ketika ia sedang emosi. “Setiap kali marah, sering kali saya ingin bakar isteri saya. Biasanya sudah gelap mata dan tidak lagi terpikirkan belas kasihan. Sudah hilang. Tetapi setiap melihat mata dia yang ketakutan, itu yang membuat saya tertahan untuk tidak melanjutkan menyulutkan api ke tubuh isteri saya,” ujar Nanung. Hal itu terus berlangsung sampai Nanung mempunyai seorang anak. Dihajarnya Soleha seperti biasanya dan pernah ia menendang Soleha hingga terpental dan kepalanya membentur pintu.

Pindah Ke Sukra Membuka Usaha Pijat

Nanung pun sering tidak mempedulikan isterinya karena sibuk dengan kegiatannya mengajari ilmu kebatinan kepada anak-anak muda di Sukra. Pada tahun 1994 Nanung berhenti kerja, dan bersama Soleha mereka pindah ke rumah orang tua Nanung di Sukra. Di sana Nanung sempat menganggur cukup lama. Kehidupannya begitu susah, sampai-sampai untuk biaya melahirkan anak pertama pun, ia harus menjual barang-barang. Orang tua Nanung yang bekerja sebagai penjual nasi goreng selalu membantu di saat mereka tidak punya uang.

Selain ilmu kebatinan, Nanung juga pernah mempelajari ilmu pijat refleksi. Berbekal ilmu itulah kemudian Nanung mulai membuka usaha ini setelah banyak orang meminta pertolongan kepadanya. “Saya melakukan usaha ini dengan menggunakan metode metafisika (tenaga dalam) agar tidak terlalu sakit,” ujar Nanung. Sampai pada suatu hari ada seorang pasien yang bernama Haryono yang menolak diobati dengan tenaga dalam. Ternyata Haryono ini adalah orang kristen. Nanung terus menawarkan metode pengobatan dengan tenaga dalam, namun Haryono terus menolaknya. Nanung semakin dibuat penasaran dengan pendirian Haryono. Dari perkenalan itu hubungan mereka semakin terjalin erat. Haryono sering memberi kesaksian dan bercerita bahwa Yesus itu adalah Tuhan. Nanung terus mendiskusikan hal tersebut dengan rasa penasaran untuk mencari jawaban yang selama ini belum ia temukan.

Menemukan Sebuah Alkitab

Karena banyaknya pasien yang berasal dari Pamanukan, Nanung memutuskan untuk pindah dan mengontrak rumah di sana. Pada bulan Agustus 1998 Nanung beserta keluarga menempati rumah ibu Sanmoy. Pada hari pertama ia menempati rumah kontrakan tersebut, ada sebagian peralatan yang tidak dibawa oleh pengontrak sebelumnya pada waktu itu. Ketika Nanung sedang berusaha mencari kunci rumah, ia menemukan sebuah buku yang di sampul depannya bertuliskan Alkitab. Nanung kemudian tertarik untuk membuka buku tersebut. “Yang pertama kali saya buka adalah kitab yang berjudul Kejadian. Saya bertanya dalam hati, “kejadian apa?” Lalu saya mulai membaca buku tersebut. Ternyata isinya sangat menarik karena hampir sama dengan kitab yang aku miliki, bahkan lebih lengkap,” ujar Nanung. Ia masih belum tahu apakah buku yang ia temukan adalah Injil yang menjadi kitab sucinya umat Kristen. Nanung terus membacanya, dan ketika sampai pada perjanjian baru ia baru menyadari bahwa buku itu adalah Injil. Nanung semakin tertarik untuk mempelajari apa yang tertulis di dalamnya.

Hari-hari selanjutnya, Haryono dan Nanung semakin sering bertemu. Dan kesempatan itu Nanung manfaatkan untuk bertanya mengenai apa yang tertulis di dalam Alkitab yang tidak ia pahami. Nanung semakin banyak menerima firman Tuhan karena hampir setiap hari Haryono datang ke rumahnya dan menceritakan tentang Yesus. Kedekatan mereka berdua sempat mengundang rasa cemburu dari pihak sang isteri. Tetapi Haryono bisa membaca hal tersebut dan ia juga mulai membagikan firman Tuhan kepada Soleha. Salah satunya tentang perkawinan. Haryono menjelaskan bahwa orang Kristen hanya menikah satu kali dan tidak boleh bercerai. Hal itulah yang membuat Soleha semakin tertarik untuk lebih mengenal bagaimana cara hidup orang Kristen.

Penginjilan Haryono Membuahkan Hasil

Setelah bergumul cukup lama, Nanung kemudian minta tolong kepada Haryono untuk didoakan pelepasan dari kuasa roh jahat yang ada dalam dirinya. Haryono mengajak Nanung bertemu dengan bapak gembala GKKD Pamanukan dan Bandung. Mereka pun menyepakati satu hari yang telah ditentukan untuk melakukan pelepasan di gereja. “Waktu itu saya memutuskan untuk mengikuti Yesus karena saya mau hidup saya tidak lagi dikuasai ketakutan,” ujar Nanung.

Ketika pelepasan berlangsung, Nanung melakukan gerakan seperti orang mengamuk. Ia sempat menggeram seperti harimau dan menggeliat seperti ular di lantai selama kurang lebih satu jam. Kejadian aneh tersebut disaksikan juga oleh beberapa orang jemaat gereja setempat. “Setelah dilepaskan dan didoakan, saya merasakan ada sesuatu yang selama ini saya pikul, tiba-tiba diangkat. Dan kedamaian yang sebelumnya tidak ada, sepertinya mengalir… mulai mengalir,” ujar nanung.

Keputusan Untuk Menerima Yesus

Dua bulan sudah Nanung mengenal Yesus dan mempelajari isi Alkitab yang ia temukan semenjak pindah ke Pamanukan. Pada tanggal 26 Desember 1998, Nanung dan Soleha memutuskan untuk menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan dan dibaptis bersama-sama di Wisma Buni Hayu, Subang oleh bapak gembala Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD) Pamanukan. Dan tahun berikutnya, pada tanggal 28 November, Nanung dan Soleha diteguhkan dalam pernikahan. “Ada satu kejadian dimana isteriku pada jam dua malam tiba-tiba bangun dan menyanyikan satu pujian kepada Yesus. Dari situlah saya merasa yakin kalau Yesus adalah Tuhan, karena sebelumnya isteriku tidak tahu sama sekali tentang lagu-lagu gereja itu,” ujar Nanung dengan rasa haru dan bahagia.

Pemulihan Yang Tuhan Berikan

Kehidupan Nanung semakin dipulihkan. Karakternya yang keras terhadap isteri berubah menjadi sangat lembut. Rumah tangga mereka bertambah harmonis hingga mereka dikaruniai tiga orang anak. Soleha merasakan kebahagiaan yang tak terkatakan melihat perubahan yang terjadi pada diri Nanung, suaminya. Sehingga timbul ketertarikan dia untuk beriman kepada Yesus karena Yesuslah yang mengubahkan semuanya. Usaha yang dijalani Nanung pun semakin berjalan lancar dan dapat mencukupi segala kebutuhan keluarganya sampai saat ini.

“Saya merasakan bahagia dan bersyukur. Saya melihat bahwa Tuhan sanggup mengubahkan suami saya, yang tadinya pemarah sekarang sudah tidak lagi. Suami saya sudah menjadi lemah lembut bahkan saya merasakan dia semakin sayang pada keluarga,” ujar Soleha.

Memenangkan Banyak Jiwa

Tuhan terus bekerja dalam kehidupan Nanung. Banyak jiwa boleh dimenangkan oleh karena pertobatannya. Dengan apa yang Nanung bisa, ia menjadikannya sarana untuk memberitakan Injil kepada semua orang, terutama yang menjadi pasiennya. “Kalau dulu saya menggunakan metode tenaga dalam saat memijat, tapi sekarang sudah tidak menggunakannya lagi. Karena saya tahu hanya di dalam Yesuslah ada kesembuhan sejati,” ujar Nanung. Bukan hanya salah satu dari muridnya dulu, bahkan seluruh keluarga Nanung pun sudah bertobat dan percaya kepada Yesus.

“Ketakutan yang selama ini terus menghantui saya, hilang. Saya merasa ketakutan terhadap neraka bukan lagi bagian saya,” ujar Nanung menutup kesaksiannya. (Kisah ini telah ditayangkan 1 Oktober 2007 dalam acara Solusi Life di O Channel).

Sumber Artikel :
Jawaban.com
Sumber Kesaksian :
Nanung


Saat Hati Tak Lagi Berbelas Kasihan

Monday, June 8th, 2009

Saat Hati Tak Lagi Berbelas Kasihan
Dec 9, 2008
Kisah Nyata

Bayangan indah saat pacaran hanya tinggal kenangan. Masa pacaran dilalui Indra dan Desly dengan kecerobohan hingga akhirnya mereka melakukan hubungan suami istri. Pada waktu itu Indra baru setahun berdinas di kepolisian sehingga ia mempunyai ikatan dinas yang belum mengijinkannya untuk menikah. Kehamilan Desly membuat Indra kelabakan, apalagi orang tuanya juga tidak menyetujui hubungan mereka.

Dalam kekalutannya Indra pun meminta Desly untuk meminum berbagai ramuan untuk menggugurkan kandungannya, namun Desly menolaknya karena ia tidak ingin melakukan dosa yang lebih keji lagi. Kehamilan yang tak diinginkan ini membuat Desly stress berat. Seringkali saat Desly mandi, ia menekan perutnya dengan keras ke bak mandi dengan harapan janinnya keluar dari kandungannya. Namun hal ini tidak berlangsung lama karena Desly memilih untuk pasrah dan membiarkan janin itu bertumbuh di dalam rahimnya. Namun Indra tetap bersikeras agar Desly menggugurkan kandungannya. Tuntutan Desly agar Indra menikahinya tidak digubris sama sekali karena Indra tidak ingin mengambil resiko menerima sanksi dinas dan juga menerima penolakan dari keluarganya.

Karena rasa cintanya kepada Indra, Desly menerima usul Indra untuk pulang kepada kedua orang tuanya dalam keadaan hamil. Desly menyiapkan diri meskipun ia harus menghadapi kematian di tangan ayahnya sendiri. Karena ayah Desly adalah seorang polisi dan memiliki karakter yang sangat keras sekali. Hati Desly dipenuhi ketakutan. Desly hanya berani menceritakan kehamilannya kepada ibunya. Ibunyalah yang menyampaikan kemamilan Desly kepada ayahnya.

Dalam ketakutannya menghadapi kemarahan ayahnya, Desly membayangkan hidupnya akan berakhir hari itu. Ayahnya pasti akan mencabut pistol dan menembak dirinya. Desly tidak berani keluar kamar sama sekali. Ia hanya berpikir untuk melindungi bayinya dengan menutupi perutnya dengan bantal. Saat mendengar suara langkah ayahnya masuk ke kamarnya, ketakutan Desly tak dapat dibendung lagi. Desly semakin erat memeluk bantal di perutnya.

Namun saat masuk ke kamarnya, hati ayah Desly sangat hancur. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, ayahnya hanya naik ke atas tempat tidur dan menangis. Desly pun hanya dapat memeluk kaki ayahnya dengan perasaan malu dan memohon ampun.

Saat itu juga ayah Desly meminta nomor telepon Indra dan menuntut pertanggungjawaban Indra untuk menikahi Desly. Demi memaksa Indra agar bertanggung jawab, Desly dan orang tuanya pun akhirnya menghadap atasan Indra dan melaporkan perbuatan Indra. Laporan Desly ditanggapi dan pernikahan itupun terjadi walaupun direkayasa hanya untuk menyelamatkan karir Indra.

Meskipun telah menikah dengan Indra, Desly tetap memendam kekecewaan. Karena setelah mereka menikah, Indra langsung meninggalkan Desly pulang ke Jakarta dengan alasan dinas. Desly tidak dapat sepenuhnya menerima hal ini. Komunikasi hanya diadakan seperlunya lewat telepon. Karena tanpa pengawasan inilah, Indra jatuh dalam perselingkuhan dengan seorang wanita. Dengan wanita ini pun Indra telah jauh melangkah sampai telah beberapa kali melakukan hubungan suami istri. Kepada wanita ini Indra mengaku belum menikah.

Dalam keadaan hamil besar, Desly pun mulai menyelidiki kehidupan Indra di Jakarta dan mendatangi kontrakannya. Ternyata Indra telah pindah kontrakan tidak jauh dari sana. Dari informasi teman-teman Indra lah Desly mengetahui bahwa Indra telah memiliki wanita lain. Hal ini memaksa Desly untuk kembali melaporkan perbuatan Indra kepada atasannya. Laporan Desly sempat membuat Indra ditahan.

Saat Desly hendak melahirkan anak pertamanya, Desly menjalani operasi cesar karena usia kandungannya telah memasuki usia 11 bulan sehingga tidak memungkinkan lagi baginya untuk melahirkan normal. Saat dokter meminta Indra menandatangani surat persetujuan operasi, dengan kasar dan tampak tidak perduli sama sekali, sempat keluar dari mulut Indra kalau itu bukan anaknya. Mendengar perkataan Indra, Desly benar-benar kecewa terhadap suaminya. Setelah melahirkan, Indra sama sekali tidak mau menengok anaknya. Hati Desly sangat terluka karena hal ini. Indra benar-benar tidak mau tahu kondisi anak dan istrinya. Ditambah lagi anak yang dilahirkan Desly bukanlah bayi yang normal.

Dengan ribuan derai air mata, akhirnya Desly mendapati Indra kembali padanya. Akan tetapi hal itu tidak dapat berlangsung lama. Rekomitmen ulang dilakukan Indra dan Desly demi kelangsungan pernikahan mereka. Sikap Indra mulai berubah. Indra menyayangi Desly dan juga anaknya sampai akhirnya tanpa terasa mereka telah dikaruniai dua orang anak. Dengan kebanggaan memiliki suami yang baik, Desly pun dibutakan dengan kebaikan Indra sampai akhirnya Desly tidak menyadari kalau Indra telah mulai berselingkuh lagi.

Narkoba dan kehidupan malam memang bersentuhan langsung dengan Indra selama ia menjalankan tugas kepolisiannya. Hal inipun akhirnya menyeret Indra ke dalam pergaulan malam kelas bawah dan melakukan perselingkuhan dengan wanita malam jalanan. Kepekaan Desly sebagai seorang istri sangat terbukti. Setiap kali Desly tidur, di dalam pikirannya ia seperti sedang menonton video yang memperlihatkan Indra sedang bersama wanita lain. Desly hanya dapat membawa hal ini di dalam doa. Dengan alasan dinas Indra selalu membohongi Desly padahal sebenarnya ia sedang bersama wanita pelacur pinggir jalan. Kelakuan Indra kembali menusuk batin Desly.

Sampai akhirnya kecurigaan Desly terbukti. Tanpa sengaja, Desly membaca pesan singkat yang sangat mesra di telepon genggam suaminya. Membaca pesan singkat seperti itu, emosi Desly langsung memuncak. Dengan serta merta Desly mendatangi Indra yang sedang makan. Tidak cukup dengan pertanyaan-pertanyaan yang tajan dan keras, tangan Desly pun mulai menampar Indra. Kaki Desly pun ikut beraksi dan mulai menendangi Indra. Anak-anak mereka sangat ketakutan melihat kedua orang tuanya bertengkar hebat. Desly bahkan sempat berniat membunuh Indra dengan mengambil pisau dari dapur. Untuk menghindari keributan yang lebih hebat lagi dengan Desly, Indra memutuskan untuk pulang ke Jawa dengan membawa salah seorang anaknya.

Keinginan dalam hati Indra tidak bisa dicegah lagi. Melalui bimbingan seorang hamba Tuhan, Indra menyatakan keinginannya untuk megikut Yesus sungguh-sungguh. Akan tetapi pertobatan ini harus dibayar Indra dengan mahal.

Dalam banyak kesempatan, Desly mengorek informasi dari Indra mengenai wanita-wanita selingkuhannya di masa lalu. Namun kejujuran Indra tak dapat diterima oleh Desly. Tak kuat memendam sakit hatinya, Desly pun mulai sering menghajar Indra hingga babak belur. Dengan latar belakang karate yang dimilikinya, pukulan dan tendangan bertubi-tubi diarahkan Desly kepada Indra. Menghadapi pukulan dan tendangan Desly, Indra tidak melakukan perlawanan sama sekali karena ia menyadari kesalahannya. Teriakan ketakutan dari anak-anaknya pun tak mampu menghentikan kemarahan Desly terhadap Indra. Desly benar-benar seperti kesetanan saat melakukan hal itu. Indra pun pernah pingsan dibuatnya akibat tendangan yang diarahkan ke mukanya. Setiap kali sehabis menghajar Indra, Desly selalu menangis dan menyesali perbuatannya. Namun setiap mengingat kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan Indra, kemarahannya seringkali tak dapat dibendung lagi.

Desly sering dinasehati oleh seorang ibu gembala di gerejanya. Dalam nasehatnya ia mengatakan, bahwa Tuhan sebenarnya sedang mempersiapkan Desly supaya nantinya ia dapat menjadi berkat dan memulihkan keluarga lain yang menghadapi kehancuran seperti rumah tangganya, hanya saja Desly harus kuat menghadapi cobaan dalam rumah tangganya saat ini.

Desly menyadari betapa jahatnya ia terhadap Indra, suaminya sendiri. Namun kesadaran itu tidak pernah berlangsung lama. Kebencian Desly kepada Indra melebihi segalanya. Meskipun Desly merasa ia telah mengampuni Indra, namun kekerasan tetap dilakukannya terhadap Indra. Desly pun menyadari kalau pengampunannya terhadap Indra hanya di mulut, belum dari hati.

Indra dan Desly pun membawa permasalahan keluarga mereka kepada seorang hamba Tuhan. Akhirnya hamba Tuhan ini menyarankan Indra untuk mengikuti camp pria sejati. Namun Desly berpendapat, kalau memang ada gerakan seperti itu, yang seharusnya ikut adalah dirinya karena memang Indra sebenarnya telah benar-benar berubah.

Keikutsertaan Indra ke camp pria sejati sangat berdampak pada Desly. Setiap makalah yang dibawa Indra merubah pandangan Desly tentang keluarga dan suami. Desly sadar kalau dirinya selama ini ternyata salah. Karena selama ini Desly merasa Indra yang salah sehingga segala tindakannya terhadap Indra dapat dibenarkan. Namun ternyata tidak demikian adanya. Semenjak itu, Desly mulai dapat menerima Indra apa adanya. Seringkali Desly menangis di hadapan Indra, menumpahkan semua keluh kesahnya. Pemulihan pun mulai terjadi dalam pernikahan Indra dan Desly.

“Apa yang kata manusia tidak mungkin rumah tangga saya bisa pulih, ternyata Tuhan bisa membalikkan semuanya dan keluarga saya bisa pulih seperti saat ini. Keluarga saya dipulihkan, anak saya menjadi luar biasa dan istri pun sudah menerima saya apa adanya, demikian juga dengan saya, pokoknya sangat jauh berbeda dengan dahulu. Sekarang dalam hal apapun istri sudah bisa mempercayai saya, saya pun demikian sudah sepenuhnya percaya kepadanya. Setiap malam kami berdoa bersama, sangat jauh dibandingkan dahulu yang hanya diisi dengan pertengkaran demi pertengkaran. Hubungan di antara kami juga semakin dekat dan rumah tangga saya dipulihkan secara luar biasa berkat Tuhan Yesus,” ujar Indra menutup kesaksiannya dengan tersenyum lebar.

“Kami yang pas-pasan bisa merasakan bahagia karena Yesus hadir dalam rumah tangga kami. Kami tidak pernah kekurangan,” kisah Desly dengan bahagia. (Kisah ini sudah ditayangkan 18 Februari 2008 dalam acara Solusi di SCTV).
Diambil dari :
Jawaban.com
Sumber Kesaksian :
Indra Joko